Memperkosa Delapan Jemaatnya, Pendeta Korsel Dihukum 15 Tahun

publicanews - berita politik & hukumPendeta Lee Jae-rok (75) di Pengadilan Distrik Pusat Seoul, Korea Selatan. (Foto: AFP)
PUBLICANEWS, Seoul - Lebih dari seorang pendeta, Lee Jae-rok (75) berlaku bak dewa kepada jemaat Gereja Pusat Manmin di pinggiran Seoul, Korea Selatan. Dengan pengaruhnya ia memperkosa delapan wanita jemaatnya.

Pengadilan Distrik Pusat Seoul menghukumnya 15 tahun penjara, Kamis (22/11). Hakim juga mewajibkan Pendeta Lee kerja sosial 80 jam dan melarangnya bekerja di lingkungan anak muda selama 10 tahun setelah ia menjalani hukumannya nanti.

Hakim juga menolak permintaan pembelanya untuk menjatuhkan hukuman percobaan mengingat Lee sudah tua. Pendeta itu ditangkap pada Mei 2018 karena diduga memperkosa setidaknya delapan wanita di gereja pada 40 kesempatan yang berbeda.

Sekte yang dipimpin Lee beranggotakan lebih dari 130 ribu orang. Mereka umumnya kaum miskin. Pengadilan mengatakan, Lee menggunakan pengaruhnya dan ketaatan jemaat terhadapnya ketika melakukan aksi cabul itu.

Semua korban berusia 20-an tahun, dan kepada mereka Lee mengatakan bahwa ini adalah 'perintah Tuhan'.

"Para korban menjadi anggota sekte sejak masih bocah dan menganggap pendeta Lee sebagai sosok suci," kata pernyataan pengadilan, seperti dikutip The Korea Times, Jumat (23/11). "Mereka berpikir bahwa menaati pendeta akan membuka jalan ke surga," pengadilan menambahkan.

Pertimbangan yang membuat hukuman Lee tidak bisa ditawar adalah fakta para korban menderita kerusakan psikologis dan perasaan dikhianati oleh pemimpin mereka.

"Mereka menginginkan hukuman berat bagi pendeta," masih menurut pernyataan tersebut.

Seorang korban mengaku melayani sang pastor hingga puluhan kali agar kelak masuk surga, seperti janji Lee. "Dia lebih dari seorang pendeta, seorang raja. Dia adalah dewa," ujar saksi korban yang tak disebut identitasnya.

Selama sidang, Lee terus menyangkal kesaksian para korban. Ia menuduh mereka sengaja memfitnahnya dan menyatakan para korban sesungguhnya bisa menolak ajakan berhubungan badan jika mau.

Dengan membuka kasus ini ke pengadilan, kata Lee, mereka telah mempermalukan diri sendiri dan gereja di depan publik. "Bahwa tindakan seksual adalah kehendak Tuhan," ujar Lee.

Sidang dihadiri 100-an anggota jemaat yang umumnya terkejut atas sepak terjang sang pastur. Mantan jemaat lainnya hanya bisa menyaksikan dari luar gedung pengadilan.

Lee berdiri dengan mata terpejam dan tengadah ketika hakim membacakan putusan. "Saya tetaplah orang suci," katanya, saat menyatakan banding atas vonis hakim.

Kasus pelecehan seksual di gereja Korsel bukan sekali ini. Baru-baru ini seorang pendeta berusia 35 tahun di Incheon dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap setidaknya 26 remaja selama bertahun-tahun. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top