Inggris

Wanita Ini Bangga Punya Dua Suami, Tapi Terhalang UU

publicanews - berita politik & hukumMary Crumpton diapit kedua suaminya, Tim Curton (kiri) dan John Tulus. (Foto: MEN Media)
PUBLICANEWS, Manchester - Mary Crumpton (45) mencengangkan publik Manchester, Inggris, setelah ia blakblakan sebagai penganut polyamory, wanita menikahi lebih dari satu pria. Suami resminya sejak 2013 adalah Tim Curton, tapi setahun kemudian ia menikah lagi dengan John Tulus.

Di luar kedua pria tersebut, ia masih punya cemceman, dua pemuda brondong. Kepada Manchester Evening News, Mary mengatakan ia tinggal serumah dengan Tim dan John, lalu kedua brondong tersebut tinggal tak jauh dari rumahnya.

Ia mengaku kehidupan rumah tangganya bersama Tim dan John di Chorlton, Manchester, bahagia. Malah, Tim lah yang mengantarkannya ke pelaminan saat ia menikah dengan suami keduanya John.

"Rumah tangga kami stabil dan bahagia. Ketika John masuk rumah ini, ia tidak mengubah apapun," kata Mary, seperti dikutip Manchester Evening News, Senin (19/11).

Mary baru terbuka sekarang karena ia sedang menyusun kampanye mendesak pemerintah agar mengubah undang-undang pernikahan yang hanya mensahkan wanita menikah dengan satu pria pada saat bersamaan. Ia melobi anggota parlemen dan mengumpulkan kaum poliamari (sejenis poliandri dalam terminologi Islam) untuk bergabung bersamanya.

"Saya ingin John diakui secara hukum dan mendapatkan hak waris yang sama seperti Tim jika saya meninggal. Saya tidak ingin diskriminatif terhadap para pria yang saya cintai dan mencintai saya," ujar Mary.

Ia, Tim, dan John telah berkomitmen seumur hidup. "Tetapi jelas di negara ini Anda tidak dapat menikahi lebih dari satu orang," Mary menambahkan.

Pernikahan Mary dan John berlangsung di Gereja Unitarian Chorlton. Saat itu sebagian warga Manchester sudah tahu, tapi tidak geger seperti sekarang. Ketika itu warga memandang Gereja Unitarian Chorlton memang 'aneh', mereka juga gereja pertama di Inggris yang menikahkan pasangan homoseksual.

"Kami yang pertama, kami telah membuat sejarah dan saya bangga dengan itu. Saya berharap gereja-gereja lain akan mengikuti," ujar Mary saat itu.

Mary dan kedua suaminya hidup rukun. Tim dan John sering bersepeda bersama dan bercanda. "Mereka bilang saya agak 'liar' dan membuat mereka rela mengantre saya," ujar Mary, bereseloroh.

Namun publik mempertanyakan konsep 'keluarga bahagia' mereka. Pasalnya, terlalu banyak kebebasan di rumah tersebut, misalnya Mary memperbolehkan suaminya berkencan dengan wanita lain saat bukan 'gilirannya'. Ia juga bebas bertemu dua pemuda gacoannya ketika ingin.

Ia bahkan tahu Tim punya teman kencan paruh waktu, ia mengenalnya. Tapi ia tidak cemburu karena yakin dengan komitmen suami pertamanya itu. "Dia cantik, aku bahagia untuknya. Akhirnya Tim memilikinya juga," ia menambahkan.

Adapun John, ia tidak punya wanita lain. Namun, ujar Mary, ia tetap 'menjatah' sama antara John dan Tim.

Setidaknya sekali dalam sebulan Mary bersama Tim dan John menghadiri pertemuan kaum polyamorous se-Manchester. "Anda tak usah pura-pura kaget, kelompok ini sangat besar di Manchester. Mereka memiliki aturan menjaga kerahasiaan masing-masing," katanya.

Menurutnya, cinta itu tidak berbatas. Hanya waktu yang memiliki batas. "Jadi, kata siapa orang tidak dapat mencintai lebih dari satu orang?" ujar Mary. (oca)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top