Putra Mahkota Arab Saudi Diduga Terlibat Pembunuhan Khashoggi

publicanews - berita politik & hukumMempringati kematian jurnalis Jamal Khashoggi di Istanbul, Turki, Minggu (11/11) lalu. (Foto: AFP)
PUBLICANEWS, New York - 'Tell Your Boss', penggalan kalimat dalam rekaman percakapan telepon kasus pembunuhan kolumnis Washington Post Jamal Khashoggi itu kini tengah diselidiki. Bos yang dimaksud, menurut para pejabat intelijen, tiada lain adalah Putra Mahkota Muhammad bin Salman (MbS).

Rekaman audio itu telah dibagikan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kepada Amerika Serikat, Arab Saudi, Jerman, Perancis, dan Inggris. "Segala isi rekaman itu merupakan bencana. Bahkan, pejabat intelijen Saudi begitu syok dengan apa yang didengarnya," kata Erdogan, seperti dilansir Hurriyet, Selasa (13/11).

Dikutip dari laman Washington Post, Senin (12/11), disebutkan salah satu dari 15 orang utusan ke Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, Maher Abculaziz Mutreb, yang melakukan telepon dan berbicara dalam bahasa Arab ke Saudi.

Petugas intelijen Turki mengatakan kepada pejabat Amerika bahwa Mutreb, seorang petugas keamanan yang sering bepergian dengan Pangeran Mohammed, melakukan sambungan telepon kepada salah satu pembantu pangeran pasca pembunuhan.

"Ini bukti yang cukup memberatkan," ujar Bruce O Riedel, mantan anggota CIA yang kini bekerja di Brookings Institution.

Rekaman audio yang salah satunya menyebutkan untuk 'laporkan ke bos' itu bisa menjadi bukti yang tak terbantahkan mengenai dugaan keterlibatan pangeran dalam pembunuhan Khashoggi pada 2 Oktober 2018 lalu.

Namun, pejabat Saudi telah membantah keterlibatan MbS. Mereka menyebut putra mahkota tidak memiliki pengetahuan apapun mengenai kasus tersebut. Mereka menegaskan pula bahwa tidak ada satu pun frasa yang mengarah kepada MbS.

Juru Bicara Erdogan, Fahrettin Altun, mengungkapkan bahwa pembunuhan Khashoggi mulai terkuak karena kerja keras Turki. “Janganlah kita lupa bahwa kasus ini sudah tertutupi jika bukan karena upaya keras Turki,” Altun menambahkan.

Kian kuatnya bukti yang mengarah keterlibatan MbS tentu makin mengkhawatirkan Gedung Putih yang sejak awal menegaskan minimnya bukti. Apalagi menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, merupakan mitra kental MbS. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top