TKI Tuti Tursilawati Dieksekusi Pancung di Arab Saudi

publicanews - berita politik & hukumTuti Tursilawaty (Foto: Twitter/@wahyususilo)
PUBLICANEWS, Riyadh - Tuti Tursilawati (34) dieksekusi mati kerajaan Arab Saudi pada Senin (29/10). Pelaksanaan hukum pancung itu dilakukan tanpa notifikasi kepada perwakilan RI di Arab Saudi.

Kepala BNP2TKI Nusron Wahid membenarkan qishash terhadap TKI asal Majalengka, Jawa Barat, itu. "Sekarang staf Kemlu dan BNP2TKI menuju kediaman almarhumah," kata politikus Partai Golkar itu, Selasa (30/10) siang.

Kasus hukuman mati ini mengundang kecaman Migrant Care karena menilai Arab Saudi tidak mengubah penghormatannya terhadap hak asasi manusia dan kepatuhan pada tata krama diplomasi internasional mengenai Mandatory Consular Notification.

"Migrant CARE mengecam keras eksekusi tersebut dan mendesak Pemerintah Indonesia melakukan langkah-langkah diplomasi yang signifikan untuk memprotes Saudi," kata Direktur Eksekutif Migrant CARE Wahyu Susilo dalam keterangan tertulisnya.

Upaya penyelamatan Tuti sudah dilakukan oleh Presiden ke-3 BJ Habibie hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pada 25 Desember 2011, Habibie bertemu dengan Pangeran Waleed Bin Talal dalam upaya mengusahakan pemaafan dari ahli waris korban.

Kemudian Presiden SBY pada 2011 secara pribadi berkirim surat kepada Raja Arab Saudi. Demikian pula pengiriman nota diplomatik ke Arab Saudi tercatat hingga 19 kali. Namun, upaya diplomasi tak membuahkan hasil.

Tuti berangkat ke Arab Saudi pada 2009. Ia bekerja sebagai penjaga lansia pada sebuah keluarga di Kota Thaif. Pada 11 Mei 2010, Tuti didakwa membunuh majikannya Suud Malhaq al-Utibi.

Tuti sempat melarikan diri dan bertemu dengan 9 pria yang menjanjikan akan membawanya kabur ke Mekkah. Namun, ternyata kesembilan berandal itu malah memperkosanya secara bergilir.

Kasus pemukulan Tuti terhadap majikannya, menurut Migrant Care, lebih sebagai pembelaan diri. Tuti kerap mengalami tindak kekerasan bahkan ancaman perkosaan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top