Misi Dagang ke Mesir

Holding PTPN III Raih Potensi Jual Sawit Rp 375 M per Bulan

publicanews - berita politik & hukumSuasana kegiatan 'Indonesia-Egypt Business Forum' yang digelar KBRI Mesir dan PTPN III di Kairo, Selasa (9/9) malam. (Foto: KBRI Mesir)
PUBLICANEWS, Kairo - Selama empat hari melakukan serangkaian pertemuan bisnis di Mesir, delegasi Holding Perkebunan Nusantara PTPN III berhasil menjaring potensi kontrak senilai Rp 375 miliar per bulan hingga akhir 2018.

Duta Besar Indonesia untuk Mesir Helmy Fauzi gembira atas ini. Menurutnya, penetrasi pasar yang dilakukan BUMN ke Mesir dan Afrika masih terbilang minim.

“Melihat potensi Mesir dari dekat, kami yakin volume ekspor komoditas yang dimiliki BUMN seperti Holding PTPN III ke Afrika akan meningkat tajam,” ujar Dubes Helmy di Kairo, Rabu (10/10).

Dubes Helmy menjelaskan, KBRI sudah banyak memfasilitasi pertemuan bisnis antara Indonesia dan Mesir. Terlebih, Presiden Joko Widodo memerintahkan semua duta besar untuk meningkatkan volume perdagangan ke luar negeri.

“Kami berharap peran dan kontribusi BUMN lebih aktif dalam melakukan ekspansi bisnis ke pasar Afrika. KBRI Kairo sangat siap untuk memfasilitasi pertemuan dengan partner bisnis potensial,” Helmy menambahkan.

Direktur Utama Holding PTPN III Dolly Parlagutan Pulungan menjelaskan, importir kelapa sawit Mesir United Oil langsung memesan 50 ribu metrik ton kelapa sawit setiap bulan. Finalisasi kontrak akan dibahas akhir Oktober ini di Jakarta.

“Perwakilan dari United Oil akan datang ke Jakarta untuk finalisasi sekalian membahas teknis pengiriman,” kata Dolly.

Induk holding BUMN Perkebunan itu menggelar road show pertemuan bisnis di Mesir pada 7-10 Oktober 2018. Dalam kunjungan yang difasilitasi KBRI Kairo ini, delegasi Holding PTPN III dipimpin langsung Dolly Pulungan. Turut serta dalam rombongan ini adalah Direktur Tanaman Tahunan PTPN III Ahmad Haslan Saragih, Senior Executive Vice President Suhendri, serta Dirut PTPN IV Siwi Peni dan Komisaris Mohammad Osmar.

Sejumlah perusahaan yang dijajaki antara lain importir dan pengolah kelapa sawit United Oil, importir kelapa sawit Arma Group, importir bioetanol dan perusahaan obat Pharco Pharmautical, perusahaan ban Alexandria tyre dan importir kopi robusta Al Gharas.

Sebelum mengakhiri kegiatan, KBRI Kairo dan Holding PTPN III menggelar ‘Indonesia-Egypt Business Forum’ pada Selasa (9/9) malam.

Menurut Dolly, fluktuasi harga kelapa sawit yang dijual mengikuti pasar. Saat ini, diperkirakan harga kelapa sawit berkisar 500 dollar AS per metrik ton. Dengan demikian, nilai total potensi perdagangan kelapa sawit mencapai sekitar 25 juta dollar per bulan (sekitar RP 375 miliar).

”Kami senang permintaan dari Pasar Mesir cukup tinggi. Sementara ini kami hanya dapat mengalokasikan 50 ribu metrik ton saja per bulan karena ada permintaan lain dari Arab Saudi," Dolly menjelaskan.

Volume pengiriman kelapa sawit milik Holding PTPN III ke Negeri 1000 Menara ini akan meningkat pada awal 2019. Per Januari 2019, importir kelapa sawit lainnya, Arma Group, juga memesan 15 ribu metrik ton. Jadi, total penjualan sawit ke Mesir pada 2019 dapat mencapai 65 ribu metrik ton senilai sekitar 32,5 juta dollar AS (sekitar RP 487,5 miliar).

Angka ini belum termasuk rencana penjualan 15 ribu metrik ton minyak goreng ke Mesir senilai kurang lebih 9 juta dollar (sekitar Rp 135 miliar).

“Dari muhibah kerja ke Mesir, nilai perdagangan kelapa sawit dan minyak goreng ke Mesir sudah mencapai Rp 600 miliar. Dan itu belum ditambah dengan rencana ekspor kopi, bioethanol, karet dan teh,” kata Dolly.

Holding PTPN III optimistis rencana ekspansi penjualan komoditas ke Pasar Afrika dapat berjalan baik. Apalagi, Mesir dapat dijadikan hub untuk memasarkan produk ke Afrika.

“Kami berterima kasih dengan fasilitasi KBRI Kairo, terutama dukungan penuh Dubes Helmy yang telah membantu meyakinkan pengusaha Mesir berbisnis langsung dengan Holding PTPN III,” Dolly menandaskan. (ian/*)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top