Indonesia Ekspor 28 Ton Pala Senilai Rp 2,4 Miliar ke Mesir

publicanews - berita politik & hukumDubes Helmy Fauzi menyaksikan penandatanganan kontrak pembelian 28 ton buah pala dan 15 ton cengkeh antara PT Eshan Agroindo Mulia dengan Al Tawfick & Al Karam Import & Export di Kedubes Mesir, Kairo, Minggu (9/9) sore. (Foto: KBRI Mesir)
PUBLICANEWS, Kairo - Hasil rempah-rempah dari Indonesia khususnya buah pala dan cengkeh semakin diminati pasar Mesir. Guna memenuhi permintaan pasar PT Eshan Agroindo Mulia meneken kontrak pengiriman 28 ton pala ke Mesir dengan nilai 163.100 dolar AS, sekitar Rp 2,4 miliar.

Penandatangan kontrak pembelian antara PT Eshan dengan perusahaan Mesir, Al Tawfick & Al Karam Import & Export, berlangsung di KBRI Mesir, Kairo, pada Minggu (9/9) sore waktu setempat.

Selain ekspor buah pala, kontrak ini juga meliputi pembelian 15 ton cengkeh Indonesia senilai 99 ribu dolar AS (sekitar Rp 1,46 miliar). Turut menyaksikan penandatanganan kontrak tersebut yakni Dubes Indonesia Helmy Fauzi dan Atase Perdagangan KBRI Burman Rahman.

Penandatanganan kontrak pembelian ini merupakan lanjutan dari kesepakatan serupa yang diteken pada Maret 2018 lalu. Kala itu, kontrak pembelian komoditas 17 ton buah pala mencapai 105.400 dolar AS.

Perwakilan Al Tawfick & Al Karam, Amir Karam, mengaku senang berbisnis dengan perusahaan Indonesia. Menurutnya, kualitas komoditas rempah Indonesia digemari masyakat Mesir. Ia bahkan sampai melakukan reekspor komoditas Indonesia ke sejumlah negara tetangga, seperti Sudan, Maroko, dan Tunisia.

Amir menambahkan, perusahaannya berkeinginan untuk menambah jenis komoditas impor dari Indonesia, yakni kayu manis. Dalam waktu dekat ia berencana ke Indonesia untuk mencari penyuplai kayu manis.

"Kalau ada harga yang cocok, kami mau langsung beli,” ujar Amir Karam, sebagaimana rilis KBRI Mesir yang diterima Publicanews pada Senin (10/9) siang.

Usai penandatanganan, Dubes Helmy mengungkapkan bahwa permintaan komoditas rempah Indonesia di pasar Mesir cukup tinggi dan terus meningkat. Apalagi, Mesir dapat berperan sebagai hub atau jembatan bagi produk Indonesia memasuki pasar Afrika.

“Penandatanganan kontrak pembelian komoditas Indonesia ini semakin meyakinkan bahwa produk kita sangat kompetitif dan mampu menembus pasar Afrika,” kata Helmy.

Menurut data Badan Statistik Mesir (CAPMAS), total nilai perdagangan Mesir dengan Indonesia pada periode Mei 2018 tercatat sebesar 498.118.766 dolar AS. Angka ini naik 3,23 persen dibanding periode yang sama tahun 2017, yang tercatat sebesar 482.545.412 dolar AS.

Sementara itu, ekspor Indonesia ke Mesir pada periode Mei 2018 mencapai 463.072.406 dolar AS atau naik 5,46 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2017 sebesar 439,079,927 dolar AS. Sedangkan impor Indonesia dari Mesir menurunan 19,37 persen dari 43.465.485 dolar AS (2017) menjadi 35.046.360 dolar AS pada 2018. (ian/*)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. de'fara @shahiaFM14 September 2018 | 15:15:33

    Mantap... Tingkatkan lagi dan syukur bisa jenis nya yg lain lagi pula.

    Itu bukti indonesia adalah negara yg makmur.

Back to Top