'New F4' Jadi Idola, Tiongkok Krisis Kejantanan?

publicanews - berita politik & hukumNew F4 2018, searah jarum jam, Wu Xize (22) dari Shenzen, aktor Taiwan Guan Hong (22), Wang Heli (19) dari Chengdu, dan Liang Jingkang (23) asal Guangzhou.
PUBLICANEWS, Beijing - Kelompok hak azasi wanita Tiongkok membela kelompok New F4 yang akan memerankan 'Meteor Garden 2018'. Grup beranggotakan empat pria muda itu dikritik sebagai tidak menghormati standar maskulinitas oleh media pemerintah.

Kantor Berita Xinhua menyebut penampilan personel yang meneruskan jejak F4, group terkenal dari Taiwan pada 2001-2007 lewat Meteor Garden, itu sebagai terlalu halus dan 'sissies' alias banci. Mereka dikritik terlalu mengikuti arus para penyanyi K-Pop yang mirip-mirip perempuan.

Penampilan empat pemuda gemulai itu menjadi perdebatan hangat publik Negeri Tirai Bambu dalam beberapa hari terakhir. Keempat pemuda itu adalah Guan Hong (22), Wang Heli (19), Wu Xize (22), dan Liang Jingkang (23). Nama mereka moncer setelah mengikuti ajang pencarian bakat di China Central Television untuk casting drama Meteor Garden 2018.
 
Uniknya, Harian Rakyat dan China Women's Daily, media corong Partai Komunis Tiongkok, justru membela mereka. Padahal, Xinhua juga adalah kantor berita resmi pemerintah. Tapi keduanya punya pendapat berbeda, seolah mewakili kecenderungan pemerintah Tiongkok yang terbelah dalam menerima modernisasi.

China Women's Daily, yang diterbitkan oleh Federasi Perempuan China, mengatakan dalam tulisannya pada Minggu (9/9) kemarin, mereka meminta agar masyarakat menghormati keragaman estetika.

"Tidak peduli apa pun gaya atau kualitas persona yang dipilihnya, apakah itu jantan atau lembut, tidak akan menghentikan mereka menjadi orang yang patut dihargai," kata artikel tersebut.

Perubahan penampilan pria selebritas merupakan hasil dari masyarakat yang makmur, di mana konsep tradisional tentang maskulinitas dan feminitas telah berubah.

Mereka juga mengkritik penggunaan istilah 'banci' oleh Xinhua karena dianggap gagal untuk menghormati pilihan individu.

Namun, Xinhua bersikukuh menyebut keempatnya sebagai banci. Sebagai figur publik seharusnya mereka 'mendisiplinkan diri dengan standar moral yang lebih tinggi dan menjadi contoh yang sehat'.

"Bukan populer karena menjadi banci dan memperkenalkan budaya 'tidak normal'. Hal ini akan membawa dampak negatif pada generasi muda," tulis Xinhua, seperti dikutip laman South China Morning Post, Senin (10/9).
 
Perdebatan merambat ke media sosial. Banyak orangtua mempertanyakan kepantasan New F4 sebagai idola anak-anak mereka.

Beberapa warganet bahkan menyebut Tiongkok sedang 'krisis kejantanan'. Mereka mengatakan Tiongkok akan makin menghadapi ketidakseimbangan gender dengan munculnya generasi banci ini.

Selama beberapa dekade, Tiongkok melakukan pengendalian kelahiran, sehingga populasi penduduk pria makin menyusut dibanding perempuan. Terlebih dengan demam penampilan empat cowok lembut tersebut. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top