India

Jangan Melotot, Kami Sedang Menyusui

publicanews - berita politik & hukumAktris Gilu Joseph berpose untuk kampanye 'Pekan Menyusui Sedunia' di Majalah Kerala. (Foto: kerala)
PUBLICANEWS, New Delhi - Hari-hari ini Neha Rastogi (30) tengah berjuang untuk melawan larangan menyusui di muka umum di India. Ia berkampanye menghapus stigma bahwa tabu bagi perempuan memberi ASI bayinya, apalagi terlihat oleh pria.

'Jangan Menatap, Kami Sedang Menyusui', itulah tema kampanye 'Pekan Menyusui Sedunia' yang berlangsung pada 1-7 Agustus. Neha dan suaminya Animesh Rastogi menggugat larangan tersebut ke Pengadilan Tinggi New Delhi.

Pasangan ini punya anak Avyaan (9 bulan). Neha risih dengan pandangan kaum pria yang tertuju pada payudaranya setiap kali hendak memberi ASI ekslusif pada anaknya.

"Kebanyakan pria India melihat payudara hanya sebagai organ seksual. Padahal kami perlu memberi ASI," kata wanita pengacara itu, seperti dikutip India Times, Jumat (3/8).

Kampanye melawan tabu ini pertama kali dilakukan oleh artis Bollywood Gilu Joseph. Ia sengaja menerima tawaran menjadi sampul majalah dengan pose tengah memberi ASI. Dadanya terpampang dengan jelas, dan sang bayi bukanlah anaknya.

Gambar tersebut membuat geger India yang konservatif. Gilu kemudian diadukan dengan tuduhan menyebarkan pornografi, cabul, dan membahayakan moral masyarakat.

"Saya tidak peduli apa kata orang. Pemotretan itu adalah bagian dari kampanye agar perempuan tetap percaya diri saat menyusui di tempat umum," katanya kepada AFP. "Masyarakat India sangat seksual, segala sesuatu dihubungkan dengan seks. Merekalah yang bermasalah, bukan saya," ia menegaskan.

Ketidakramahan masyarakat India juga dialami Roopam Gupta, wanita karir. Sopir taksi tiba-tiba memasang kain pembatas saat ia hendak menyusui anak perempuannya yang berusia 6 bulan. "Saya katakan padanya, Anda harus mengubah pola pikir karena saya tidak akan pernah mengubahnya," katanya.

Neha dan Gilu akan menghadapi sidang pada 28 Agustus nanti. Ada tanda-tanda baik, setelah hakim meminta pemerintah menjawab tuntutan keduanya, yakni menyediakan ruang menyusui di tempat-tempat umum.

"Kami ingin pemerintah menyisihkan ruang dalam penerbangan dan di semua tempat umum karena kami tidak boleh memberi ASI di tempat terbuka hanya karena payudara kami dilihat sebagai organ seksual," kata Neha.

Jadi, janganlah melotot saat perempuan sedang menyusui. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top