KBRI Mesir Pulangkan Jenazah Mahasiswa yang Jatuh dari Apartemen

publicanews - berita politik & hukumMuhammad Ulin Nuha dan istri. (Foto: media sosial)
PUBLICANEWS, Kairo - KBRI Mesir mengurus kepulangan jenazah Mohammad Ulin Nuha (35), mahasiswa S2 jurusan Takhossus Fiqh Syafi'i, Universitas Al Azhar Kairo ke Indonesia. Ulin meninggal di Rumah Sakit Al Bidayat Nadi Ahli, Nasr City, akibat jatuh dari hunian bertingkat, Sabtu (30/6) pekan lalu.

Sebelum dibawa ke Terminal Kargo Bandara Internasional Kairo, jenazah akan dishalatkan di Masjid Al Azhar. Menurut rencana, Ulin akan diterbangkan menggunakan Turkish Airlines dengan nomor penerbangan TK 056 pada Rabu (4/7) pukul 08.45 waktu setempat. Dijadwalkan, jenazah tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (5/7) pukul 18.00 WIB.

Selanjutnya, jenazah langsung diterbangkan ke Surabaya, Jawa Timur. Pihak keluarga Ulin akan membawanya ke kampung halaman di Purwotengah, Kecamatan Papar, Kediri. Biaya pemulangan jenazah dari Kairo ke Jakarta sepenuhnya ditanggung pihak KBRI.

Ulin jatuh dari lantai 5 apartemennya dan dilarikan ke rumah sakit setempat. Namun, akibat luka parah, nyawa alumnus Pondok Pesantren Lirboyo itu tidak tertolong. Ulin meninggalkan seorang istri dan 2 anak. Saat insiden terjadi, istri dan anak Ulin sedang mudik lebaran ke Kediri.

Pengalaman insiden Ulin ini membuat Dubes Indonesia Helmy Fauzy menjajaki kerja sama layanan kedaruratan, terutama dengan rumah sakit yang dekat dengan pemukiman padat WNI.

“Kami hanya ingin memastikan negara selalu hadir memberi perlindungan bagi WNI dimanapun berada. Dan ini adalah agenda pertama Nawacita pemerintahan Joko Widodo," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Publicanews pada Rabu (4/7) siang.

Mahasiswa Indonesia Tewas Jatuh dari Balkon Apartemen

KBRI, Helmy menambahkan, akan menjadi pihak penjamin WNI calon pasien yang datang ke instalasi gawat darurat. Mereka juga dapat mengetahui rumah sakit mana saja yang menjadi rujukan apabila terjadi kasus emergency.

"Harapannya rumah sakit dapat langsung menangani WNI tanpa perlu mempertanyakan siapa yang akan menanggung biaya," ujar Helmy.

Mayoritas mahasiswa Indonesia yang studi di Mesir tidak memiliki asuransi kesehatan. Ketiadaan jaminan ini kerap menjadi sandungan mereka mendapatkan pelayanan rumah sakit. Oleh karena itu, Dubes Helmy berharap Kementerian Agama dapat membantu calon mahasiswa ke Mesir untuk memiliki asuransi kesehatan.

“Pemberian fasilitas asuransi kepada mahasiswa setidaknya dapat meringankan mereka apabila mengalami problem kesehatan selama studi di Mesir,” Helmy menandaskan. (ian/*)

Berita Terkait

Komentar(2)

Login
  1. shes one the @siswandi04 Juli 2018 | 19:10:37

    Cepat tanggap dr KBRI Mesir yg dikomandoi oleh Pak Helmy Fauzy selaku dubes disana, yg mana respon nya sangat mulia, patut untuk diberi acungan jempol. Apalagi dg rencananya kerjasama kedaruratan, mengingat di mesir cukup banyak warga indonesia yg menimba ilmu disana.

    Semoga pihak yg terkait jg mendukungnya seperti dr kementrian agama, dll.

  2. Anak Gaul @gakasikah04 Juli 2018 | 17:58:26

    Semoga almarhum mendapatkan tempat yang layak di siaiNya. Aamiin YRA.

Back to Top