Mantan PM Najib Razak Ditangkap KPK Malaysia

publicanews - berita politik & hukumPetugas MACC di kediaman Najib razak di Jalan Langgak Duta di Kuala Lumpur, Selasa (7/3). (Foto: Malaymail)
PUBLICANEWS, Putrajaya - Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Datuk Seri Najib Razak harus menghabiskan malam ini di penjara sebelum dibawa ke sidang pengadilan Rabu besok. Najib ditangkap oleh Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC), Selasa (3/7) sore.

Dikutip dari Malaymail, Najib dijemput aparat di rumah pribadinya di Jalan Langgak Duta, Kuala Lumpur, sekitar pukul 2.35 sore waktu setempat. Ia langsung dibawa ke markas MACC di Putrajaya.

Petugas lembaga antirasuah menyatakan, hanya Najib yang dijemput dan dilakukan panahanan. Istri Najib, Datin Seri Rosmah Mansor, tidak termasuk yang ditangkap.

Pengacara keluarga Najib mengatakan kepada Channel News Asia bahwa mantan pemimpin Malaysia itu akan dibawa ke pengadilan besok untuk mendengarkan dakwaan.

Mantan orang nomor satu Partai UMNO ini akan disidang dalam kasus skandal dugaan korupsi di lembaga keuangan dan investasi negara, 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Sebagian uang korupsi dikabarkan mengalir untuk mendanai pembuatan film-film Hollywood yang dikendalikan anak tiri Najib, Riza Aziz, dengan bendera Red Granite Pictures Inc.

Riza Aziz dan kedua orangtuanya telah beberapa kali diperiksa hingga penangkapan Najib, sore ini.

Najib juga pernah diperiksa atas aliran dana sebesar 700 juta dollar AS ke rekening pribadinya. Uang jumbo itu ditransfer melalui SRC International Berhad, anak perusahaan 1MD saat Najib berkuasa.

Namun, Najib selalu membantah terlibat koruspi, ia mengklaim dana di rekeningnya bersumber dari sumbangan Kerajaan Arab Saudi.

Kasus mega skandal dugaan korupsi 1MDB ini ikut berkontribusi terhadap kekalahan Najib pada pemilu 9 Mei lalu.

Terdepaknya ia dari kursi PM membuat PM baru Malaysia Mahathir Mohamad membuka kembali kasus itu dan mengantarkan Najib ke jeruji besi. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top