Amerika Serikat

Viral Starbucks Usir Dua Pria Kulit Hitam, CEO Minta Maaf

publicanews - berita politik & hukumDemo warga memprotes perlakukan rasis gerai Styarbucks di Philadelphia, AS, Minggu (15/4). (Foto: Michael Bryant)
PUBLICANEWS, Philadelphia - Gerai Starbucks di Philadelphia diduduki demonstran pada Minggu (15/4) pagi hingga malam hari. Mereka memprotes tindakan rasis kedai kopi tersebut yang telah mengusir dua pria Afro-Amerika dengan tangan diborgol dua hari sebelumnya.

Video pengusiran dua pria kulit hitam itu viral dan menyebabkan kemarahan warga. Beberapa membawa poster bertuliskan 'Kopi Itu Hitam, Bukan Pirang (Blonde)'.

"Saya ini 'seseorang', dan saya menuntut kesetaraan," kata Pendeta Jeffry Jordan yang memimpin demo di kedai Starbucks di Jalan 18, Spruce Street, Philadelphia, seperti ditulis laman lokal philly.com, Senin (16/4).

Gerai di Jalan Spruce adalah lokasi tempat kedua pria kulit hitam tersebut diusir. Pemilik berdalih, ia menelepon polisi karena keduanya hanya numpang ke toilet tanpa membeli kopi.

Melissa DePino yang mengunggah video pengusiran tersebut lewat Twitter mengatakan, pengunjung kedai tidak melihat keduanya melakukan kesalahan apapun.

"Mereka terlihat sedang duduk-duduk menunggu temannya ketika tiba-tiba polisi datang, memborgol tangannya, dan membawanya pergi," DePino mencuit.

CEO Starbucks Kevin Johnson buru-buru terbang ke Philadelphia dari kantornya di Washington untuk menyelesaikan isu sensitif ini. Ia meminta maaf kepada korban dan mengatakan bahwa Starbucks tegas melawan diskriminasi dan rasialisme.

Menurut juru bicara perusahaan yang berbasis di Seattle itu, Johnson ke Philadelphia untuk bertemu Walikoa Kenney, Komisaris Polisi Richard Ross, dan pemimpin masyarakat setempat pada Senin (16/4) ini.

Namun pernyataan Starbucks dan Johnson tidak benar-benar mengungkapkan kenapa mereka mengusir kedua pria kulit hitam tersebut. Johnson hanya mengatakan, perusahaan membangun ikatan dengan pengunjung kedai sebagai sebuah komunitas, bukan untuk mereka yang sekadar numpang ke toilet dan duduk-duduk tanpa membeli sesuatu.

Ia berjanji akan mengubah budaya perusahaan dan menegaskan bahjwa manajer toko tidak pernah bermaksud mengusir orang. "Ini seharusnya tidak pernah terjadi," ujarnya. Ia menambahkan, video pengusiran yang viral tersebut 'menyakitkan untuk ditonton'.

Johnson mengatakan, perusahaan akan melatih pekerja lebih lanjut 'untuk menegaskan komitmen lama kami memperlakukan satu sama lain dengan hormat dan bermartabat'. (oca)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top