Amerika Serikat

FBI Sita Bukti Pembayaran Pengacara Trump untuk Bintang Porno

publicanews - berita politik & hukumPengcara pribadi Donlad Reump, Michael Cohen. (Foto: Reuters)
PUBLICANEWS, Washington - Presiden AS Donald Trump marah dan mengecam atas penggerebekan FBI terhadap rumah serta kantor pengacara pribadinya Michael Cohen. Sepanjang Senin (9/4) kemarin, Trump duduk di depan televisi di Gedung Putih menonton tayangan langsung penggerebekan di Rockefeller Center, New York, itu.

"Ini memalukan. Ini adalah perburuan total," kata Trump, mencak-mencak, kepada wartawan di Gedung Putih, seperti dikutip New York Times dan media-media AS, Selasa (10/4). Ia menyebut Cohen sebagai 'orang baik'.

Cohen adalah pengacara pribadi Trump selama bertahun-tahun. Ia dianggap sebagai orang yang paling tahu rahasia kehidupan pribadi maupun bisnis Trump. Cohen adalah 'tukang pasang badan' untuk Trump.

Selain menggeledah kantor Cohen, penyidik FBI juga masuk ke tempat tinggal Cohen di Hotel Loew's Regency. Para agen menyita sejumlah dokumen, termasuk catatan pembayaran 130 ribu dolar AS kepada bintang porno Stormy Daniels.

Belasan agen FBI itu juga menyita dokumen pajak serta bukti percakapan antara Trump dengan Cohen. Mereka melakukannya setelah mendapat surat perintah dari Penasihat Khusus Kementerian Kehakiman Robert Mueller.

Presiden Trump Akhirnya Bersuara Soal Skandal Perselingkuhannya

Trump mengisyaratkan akan memecat Mueller atas tindakannya ini. Ia menuduh Mueler tengah mengincarnya melalui orang-orang terdekatnya. "Ini murni sebuah perburuan," kata Trump.

Menurut Washington Post, tim Mueller sedang memeriksa kemungkinan kolusi antara tim kampanye Trump dan Moskow pada Pilpres 2016, dugaan korupsi tim kampanyenya, dan upaya Gedung Putih untuk menghalangi penyelidikan.

Sejauh ini 19 orang telah didakwa, termasuk ketua kampanye Trump dan mantan penasihat keamanan nasionalnya. Jaksa veteran, mantan direktur FBI, sudah mengajukan permohonan untuk memeriksa Trump. Namun ia belum mengatakan presiden adalah target penyelidikan.

Daniels, yang nama aslinya Stephanie Clifford, adalah salah satu dari beberapa wanita yang mengaku pernah berhubungan dengan Trump di masa lalu. Para wanita itu kemudian ditekan dengan uang tutup mulut menjelang kampanye Pilpres 2016 lalu.

Bulan lalu, Daniels mengatakan kepada 21 juta penonton TV bahwa ia melakukan hubungan seks tanpa kondom dengan Trump setelah mereka bertemu di sebuah turnamen golf selebritas di Danau Tahoe, California, pada Juli 2006.

Trump selama ini membantah skandal perselingkuhannya di masa lalu, sampai akhirnya Kamis (5/4) pekan lalu ia mengisyaratkan kebenaran perselingkuhan tersebut. Namun ia menyatakan tidak tahu uang yang digunakan Cohen untuk membayar Rp 1,8 miliar kepada Daniels.

Cohen mengatakan, baik Trump Organization, kelompok usaha real estat Trump, maupun kampanye sama sekali tidak terlibat dalam transaksi dengan Daniels. Ia menegaskan uang tersebut dari kocek pribadi. “Saya tidak meminta penggantian (reimbursed), baik secara langsung maupun tidak langsung," ujarnya. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top