Amerika Serikat

Presiden Trump Klaim Menang Atas Gugatan si 'Blonde' Daniels

publicanews - berita politik & hukumStormy Daniels alias Stephanie Clifford, bintang porno mantan selingkuhan Presiden AS Donald Trump. (Foto: Reuters)
PUBLICANEWS, Washington - Presiden AS Donald Trump memenangkan sidang arbitrase atas gugatan yang diajukan bintang porno Stormy Daniels di Pengadilan Tinggi Los Angeles.

Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders dalam keterangan persnya, Rabu (7/3) sore waktu setempat, mengklaim kasus ini telah dimenangkan oleh tim pengacara pribadi Presiden Trump.

"Presiden telah membahas ini (tuduhan selingkuh) secara langsung dan pesannya sangat jelas bahwa tidak satu pun tuduhan tersebut benar," kata Sanders di Gedung Putih, seperti dikutip Reuters, Kamis (8/3) pagi. "Pengadilan artbitrase dimenangkan demi kepentingan presiden," ia menambahkan.

Dihubungi USA Today pada Rabu malam, pengacara Daniels, Michael Avenatti, mengolok-olok klaim Sanders tentang putusan hakim arbitrase tersebut. "Yeah, dan dia juga memenangkan pemilihan umum," kata Avenatti. Ia merujuk pada kemenangan Trump yang diisukan karena mesin penghitung suara 'dicurangi' Rusia.

Belum ada pengumuman resmi dari Pengadilan Tinggi Los Angeles tentang akhir dari drama Trump-Daniels.

Pada Selasa (6/3) lalu, Daniels mengajukan tuntutan hukum untuk mengingkari 'kesepakatan untuk diam' yang telah ia buat dengan pengacara pribadi Trump, Michael Cohen, pada 28 Oktober 2016, dua pekan sebelum pilpres. Untuk itu 'si Blonde' mendapat kompensasi 130 ribu dolar AS atau sekitar Rp 1,8 miliar.

Bintang Porno Stormy Daniels Gugat Presiden Trump

Daniles menggugat karena Trump tidak menandatangani perjanjian tersebut sehingga ia menganggapnya tidak sah. Ia meminta pengadilan untuk memberinya kebebasan mengumbar kisah kasih terlarangnya dengan Trump pada 2006 silam.

Pengacara Lawrence Rosen yang mewakili Cohen dalam pernyataannya di Washington mengatakan, hakim arbitrase memutuskan Daniels 'telah melanggar kesepakatan dan memerintahkannya untuk tidak meneruskan gugatan'.

"Kami akan terus memastikan keputusan arbitrase yang telah disetujui oleh para pihak untuk dijalankan. Kami akan terus membantah klaim yang diajukan Nona Clifford (nama asli Daniels, Stpehanie Clifford) dan penasihat hukumnya," ujar Rosen, seperti ditulis USA Today, Kamis (8/3).

Skandal perjanjian diam-diam ini juga menjadi bahan perdebatan ahli hukum AS. Stephen Gillers, profesor etika hukum dari Universitas New York mengatakan, dalil Daniles soal Trump tidak turut meneken perjanjian sebagai argumen yang lemah.

"Faktanya adalah dia mengambil uang itu, dia telah mencairkan ceknya," ujarnya.

Lembaga pengawas keuangan kampanye dalam rilisnya tidak memperkarakan soal Daniels yang menerima 'uang tutup mulut' dari Cohen. Jika benar terjadi, Trump bisa dituduh melanggar undang-undang federal karena menyembunyikan fakta bahwa ia membayar seseorang demi memenangkan pemilu. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top