Geger Pengantin Bawa Pistol di Resepsi

publicanews - berita politik & hukumSepasang penganten yang viral karena membawa pistol. (Foto: mstar)
PUBLICANEWS, Malaysia - Pengantin pria bernama Muhammad Saiful Ikhsan Muzafar harus berurusan dengan polisi karena membawa pistol saat di pelaminan pada hari bahagianya.

Saiful mengenakan pistol yang diselipkan di pakaian adat Melayu sebagai pengganti keris. Pria Malaysia itu ingin tampil beda dan agar berkesan.

Seperti yang dikutip dari mynewshub, Jumat (12/1) pernikahan tersebut berlangsung di Japerun Duyong, Malaysia. Tidak dijelaskan kapan perhelatan itu berlangsung. Tapi, yang pasti, para tamu hadir dibuat geger juga keheranan.

Akhirnya, pria berusia 25 tahun itu sadar telah melalukan kesalahan fatal. "Saya tahu kesalahan saya memiliki senjata meskipun hanyalah mainan," kata Saiful.

Ia menjelaskan pistol yang dipakainya itu dimodifikasi dengan memotong bagian laras dan gagangnya, sehingga seolah pistol tersebut tampak asli. Banyak yang mempertanyakan aksi konyol yang dilakukan pemuda berkacamata itu.

"Banyak yang bertanya dan beberapa mengatakan ini pistol asli dan saya katakan pistol ini hanya gimik agar nampak unik," ujarnya.

Sepanjang pernikahan berlangsung Saiful memang tidak mengeluarkan pistolnya ke muka umum, ia tidak ingin 'akal-akalannya' diketahui tamu yang hadir. 'Kalau saya keluarkan pun bukan nampak seperti pistol tapi hanya pegangan saja," ujarnya.

Unggahan foto pistol yang dibeli Saiful seharga Rp 150 ribu itu sangat jelas. Tidak sedikit warganet yang mengkritik foto sepasang penganten berbusana serba kuning itu. Bahkan ada yang menganggap cara Saiful telah menyalahi adat dan agama.

"Saya ingin pernikahan sempurna, tapi kalau ternyata salah dan membuat banyak orang keliru. Saya minta maaf," ia menambahkan.

Dari perbuatannya itu Saiful bisa terancam pidana melanggar undang-undang tentang kepemilikan pistol replika dengan ancaman penjara satu tahun atau denda Rp 16 juta. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top