Israel Ikhlas Serahkan Yerusalem, Asalkan...

publicanews - berita politik & hukumSidang di Knesset atau parlemen Israel. (Foto: USnews)
PUBLICANEWS, Tel Aviv - Parlemen Israel mengesahkan rancangan undang-undang yang memungkinkan Yerusalem Timur menjadi Ibukota Palestina. Namun, harus dengan syarat disetujui 80 dari 120 anggota Knesset, parlemen.

Ambang batas yang semula 60 menjadi 80 itu memang disengaja untuk menjegal seruan internasional yang meminta Israel membatalkan Yerusalem sebagai Ibukota Palestina.

Dikutip dari Reuters, Selasa (2/1) Ketua Faksi Koalisi Partai Jewish Home, Naftali Bennet, mengatakan ambang batas suara tersebut diperlukan untuk menyepakati penyerahan sebagian wilayah Yerusalem kapada ‘pihak asing’.

“Kewenangan untuk menyerahkan sebagian tanah (Yerusalem) tidak berada di tangan bangsa Yahudi mana pun, tidak juga orang-orang Yahudi,” ujar Bennet.

Anggota parlemen Israel dari Partai Jewish Home atau HaBayit HaYehudi, Shuli Moalem-Refaeli, menambahkan, tujuan RUU ini adalah untuk mencegah penyerahan sebagai bagian dari kesepakatan diplomatik. "Yerusalem tidak akan pernah dibawa ke meja perundingan. Negara Israel tidak akan mengizinkan pendirian negara Palestina dengan Ibukotanya di Yerusalem," ia menegaskan.

Koalisi partai-partai berkuasa yang mendukung terdiri atas Partai Likud, United Torah Judaism, Shas, Kulanu, dan Jewish Homes.

Sementara tokoh oposisi di parlemen, Izaac Herzog, mengatakan Partai Jewish Home tengah mendorong Israel menuju bencana mengerikan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top