Amerika Serikat

Majalah Playboy Tutup

publicanews - berita politik & hukumSalah satu sampul majalah Playboy. (Foto: istimewa)
PUBLICANEWS, London - Majalah Playboy akan berhenti edar. Rencana penutupan majalah pria dewasa yang terbit sejak 1953 itu setelah terjadi kesepakatan antara sang pendiri Hugh M Hefner dengan pemegang saham bahwa majalah akan ditutup setelah Hefner meninggal.

Hefner tutup usia pada usia 91 tahun, September 2017. Ben Kohn, Manajer Rizvi Traverse, pemegang saham pengendali perusahaan Playboy akhirnya menyampaikan rencana penutupan majalah yang beredar sejagad itu.

"Kami ingin fokus pada apa yang kami sebut Dunia Playboy," kata Kohn kepada Wall Street Journal, seperti dikutip Daily Mail, Selasa (2/1). Kohn kemudian mengatakan bahwa Playboy 'jauh lebih besar daripada publikasi cetak 'lawas yang kecil'.

"Saya tidak yakin bahwa (media) cetak merupakan cara terbaik untuk berkomunikasi dengan konsumen kami ke depan," Kohn menambahkan.

Ia akan menghabiskan tahun 2018 untuk beralih dari bisnis media ke perusahaan manajemen merek. Sejak 2011, nama Playboy telah merambah bisnis klub malam di India dan kasino di London. Kohn merencanakan pengembangan bisnis Playboy di Las Vegas, Amerika Serikat.

Traverse diketahui telah membeli 35 persen saham Majalah Playboy senilai 207 juta dollar AS. Bahkan, saat ini mereka bersiap untuk mendapatkan 35 persen saham yang Hefner tinggalkan kepada ahli warisnya. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. WE_A @WandiAli03 Januari 2018 | 05:30:36

    Betul.... karena skrg sdh ada internet, sehingga konsumen media beralih ke canggihan tehnologi, pd akhirnya media cetak kurang diminati lg.

Back to Top