KPK Bolehkan Masjid yang Disita dari Nurdin Abdullah Digunakan

publicanews - berita politik & hukumLahan dengan masjid di atasnya, diduga terkait kasus Nurdin Abdullah yang disita KPK di Maros, Sulsel. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK menanggapi keluhan jamaah soal penyitaan bangunan masjid di Dusun Arra, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Tompo Bulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Masjid tersebut berada di lahan yang diduga berkaitan dengan perkara korupsi Gubenur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah.

"KPK memastikan melakukan penyitaan terhadap suatu barang atau aset tentu karena terkait dengan pembuktian dugaan perbuatan tersangka," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Rabu (23/6).

Menurut Ali, KPK sudah menjelaskan hal tersebut kepada pihak-pihak dan pejabat setempat pada saat pelaksanaan penyitaan, termasuk mengenai penggunaan bangunan.

"Oleh karena itu kami berharap masyarakat bisa tetap menggunakan tempat dimaksud seperti biasanya," katanya.

KPK Pasang Plang Penyitaan Aset Tanah Nurdin Abdullah

Mengenai status tanah maupun bangunan di atasnya, KPK akan mempertimbangkan berdasarkan fakta-fakta hukum di persidangan nanti.

"Dan akan kami sampaikan setelah pemeriksaan perkara telah selesai," Ali menambahkan.

Kepala Dusun Arra, Desa Tompo Bulu, Daeng Rala, seperti dikutip Antara, mengatakan jamaah masjid menyesalkan KPK yang turut menyita bangunan masjid.

"Tidak ada orang yang bisa memiliki secara pribadi itu masjid, pasti akan dipakai semua salat. Sama seperti mushola kan dipakai beribadah," ujar Daeng.

Pembangunan masjid tersebut, katanya, memang diinisiasi oleh Nurdin Abdullah kala itu, dengan desain moderen. Ketika Nurdin berurusan dengan KPK dalam kasus suap proyek infrastruktur, pembangunan masjid dihentikan, dan kini disita KPK.

Dalam sidang dengan terdakwa pengusaha Agung Sucipto di Pengadilan Tipikor Makassar, saksi Petrus mengatakan pernah diminta bantuan pembangunan masjid oleh Nurdin Abdullah. Dana ia transfer ke rekening yayasan masjid, bukan ke rekening Nurdin Abdullah.

Pada Kamis (17/6), KPK menyita enam bidang tanah di Maros, diduga milik Nurdin Abdullah. Di atas lahan tersebut terdapat masjid yang belum rampung. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top