Jual Beli Jabatan

Belum Ditemukan Duit Suap Bupati Nganjuk Mengalir ke Parpol

publicanews - berita politik & hukumBupati nonaktif Nganjuk Novi Rahman Hidayat dihadirkan saat konferensi pers OTT Bupati di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (11/5). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Penyidik Polri belum menemukan indikasi duit suap Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat mengalir ke partai politik. Saat pilkada lalu, Novi diketahui didukung oleh PDIP dan PKB.

Kasus ini ditangani bersama Bareskrim Polri dan KPK. Kedua institusi berkoordinasi saat melakukan operasi tangkap tangan di Nganjuk, Jawa Timur, pada 10 Mei 2021.

"Sejauh ini yang ditemukan adalah itu untuk kepentingan pribadi saja," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (18/5).

PKB dan PDIP Dinilai Buang Novi Usai Ditangkap KPK

Novi dicokok bersama enam orang lainnya, yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka. Keenam tersangka yakni lima Camat, masing-masing Camat Tanjunganom Pace Dupriono, Plt Camat Sukumoro Edie Srijato, Camat Berbek Haryanto, Camat Loceret Bambang Subagio, mantan Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo, dan ajudan Bupati Nganjuk M Izza Muhtadin.

Dalam OTT lalu, petugas mengamankan uang Rp 647 juta, delapan unit telepon genggam, dan satu buku tabungan Bank Jatim atas nama Tri Basuki Widodo. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top