Protokol Kesehatan

Terbukti Menghasut, Jaksa Tuntut Rizieq Syihab 2 Tahun Penjara

publicanews - berita politik & hukumSidang Rizieq Syihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (17/5). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Rizeq Syihab dituntut 2 tahun penjara dalam sidang di PN Jakarta Timur, Senin (17/5). Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan eks Imam Besar FPI itu terbukti melakukan penghasutan yang berujung terjadi kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat.

Jaksa meminta majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penghasutan yang menyebabkan terjadi kerumunan pada 14 November 2020.

"Menjatuhkan pidana kepada Muhammmad Rizieq bin Husein Syihab dengan pidana penjara 2 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara," kata jaksa.

Jaksa menyebutkan unsur dakwaan kesatu terpenuhi, yaitu Pasal 160 KUHP juncto Pasal 93 Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Pasal 93 UU Nomor 6/2018.

Penghasutan yang dimaksud jaksa dilakukan Rizieq saat memberikan ceramah pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Tebet pada 12 November 2020, yang dihadiri 1.500 orang.

Terdakwa menghasut masyarakat dengan berkata: "Semua yang ada di sini, insyaallah, besok malam, di Petamburan kita akan mengadakan peringatan Maulid Nabi, Saudara. Sekaligus saya undang juga seluruh habib karena kami akan menikahkan putri kami yang keempat. Siap hadir?"

Kerumunan yang terjadi di Petamburan, kata jaksa, membuat peningkatan kasus Covid-19 di wilayah Petamburan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top