Protokol Kesehatan

Saksi Sebut Walkot Bogor Pernah Janji Cabut Laporan Rizieq Syihab

publicanews - berita politik & hukumWalikota Bima Arya saat bersaksi dalam sidang RS Ummi Bogor, di PN Jakarta Timur, 14 April 2021. (Foto: Tim kuasa hukum Rizieq Syihab)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sidang lanjutan kasus berita bohong hasil tes swab Rumah Sakit Ummi Bogor menghadirkan saksi fakta Muhammad Mahdi di PN Jakarta Timur, Selasa (11/5).

Saksi menyebutkan Walikota Bogor Bima Arya pernah mengatakan hendak mencabut laporan saat ditemui tokoh agama dan habaib di Balaikota Bogor, 29 November 2020.

"Bima Arya mengatakan insyaallah saya akan mencabut laporan," kata Mahdi saat mendapat pertanyaan dari terdakwa Hanif Alatas, menantu Rizieq Syihab.

Mahdi mengaku heran dengan sikap Bima Arya yang tidak mencabut laporan seperti yang pernah disampaikan. Kemudian kasus malah terus berlanjut.

"Bima Arya ini kan kenal dengan saya, kenal dengan beberapa tokoh. Bahkan dalam beberapa hal sering silaturahmi. Kok bisa yang menurut saya ini hal sepele kok dilaporkan ke pihak berwajib. Seharusnya dengan cara kekeluargaan," ujar Mahdi.

Bima Arya pernah dihadirkan sebagai saksi pada pertengahan April lalu. Ia menyatakan kesulitan melakukan koodinasi untuk memastikan kondisi kesehatan Rizieq.

Dalam kasus tersebut, ikut menjadi terdakwa Direktur Utama RS Ummi Andi Taat. Sedangkan Rizieq Syihab didakwa menyebarkan berita bohong atau hoaks yang menyebabkan keonaran soal kondisi kesehatannya yang positif Covid-19 saat berada di RS UMMI Bogor.

Rizieq didakwa dengan Pasal 14 ayat (1), ayat (2), Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 14 ayat (1), ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan/atau Pasal 216 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Imam Besar FPI tersebut terancam hukuman 10 tahun penjara. Selain kasus RS Ummi, Rizieq juga menjadi terdakwa kasus kerumunan di Petamburan dan Megamendung yang akan memasuki tahap penuntutan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top