Angin Prayitno Terima Puluhan Miliar Rupiah dari Wajib Pajak

publicanews - berita politik & hukumEks Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Angin Prayitno Aji digiring petugas untuk mengikuti konferensi pers usai menjalani pemeriksaan di GedungKPK, Jakarta, Selasa (4/5). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Bekas Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal Pajak 2016-2019 dan Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan Dadan Ramdani diduga memainkan kewajiban pajak tiga perusahaan besar. Mereka 'menyesuaikan' dengan keinginan dari wajib pajak atau pihak yang mewakili wajib pajak.

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, pemeriksaan tidak berdasarkan ketentuan perpajakan yang berlaku.

"APA bersama DR diduga melakukan pemeriksaan pajak terhadap tiga wajib pajak," ujar Firli dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (4/5).

Ketiga wajib pajak tersebut yakni PT Gunung Madu Plantations untuk tahun pajak 2016, PT Bank PAN Indonesia (Panin) tahun pajak 2016, dan PT Jhonlin Baratama 2016-2017.

"Terkait hasil pemeriksaan pajak untuk tiga wajib pajak dimaksud, APA bersama-sama dengan DR diduga telah menerima sejumlah uang," kata Firli.

Menurut Firli, Angin dan Dadan menerima suap pada Januari-Februari 2018 dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp15 miliar. Uang tersebut diserahkan oleh Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi mewakili PT GMP.

Kemudian pada pertengahan 2018 keduanya menerima 500 ribu dolar Singapura yang diserahkan oleh Veronika Lindawati sebagai perwakilan Bank Panin dari total komitmen Rp 25 miliar.

Lalu Juli-September 2019 sebesar total 3 juta dolar Singapura diserahkan oleh Agus Susetyo, perwakilan PT Jhonlin.

Angin dan Dadan disangka dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. 

Sedangkan RAR, AIM, VL dan AS disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top