KPK Dalami Kongkalikong untuk Hentikan Kasus Tanjungbalai

publicanews - berita politik & hukumPenyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan pengacara Maskur Husain ditahan dalam kasus kongkalikong penyelidikan kasus di Pemkot Tanjungbalai. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pemeriksaan KPK terhadap tersangka Maskur Husain untuk mendalami kesepakatan dengan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju untuk menghentikan penyelidikan jual beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai. Penyidik memeriksa Maskur kemarin.

"Yang bersangkutan dikonfirmasi diantaranya terkait dengan dugaan adanya kesepakatan tersangka MH dengan tersangka SRP dalam pengurusan perkara penyelidikan dugaan korupsi di Tanjungbalai yang sedang dilakukan KPK untuk tidak naik ke tahap penyidikan," ujar Plt Jubir KPK melalui rilisnya, Selasa (4/5).

Maskur, Stepanus, dan Walikota Tanjungbalai M Syahrial bertemu di rumah dinas Wakil Ketua KPK Azis Syamsuddin. Mereka membahas upaya tidak melanjutkan penyelidikan KPK.

Untuk itu disepakati 'uang tutup kasus' sebesar Rp 1,5 miliar. Namun Stepanus baru terima Rp 1,3 miliar karena keburu tercium KPK.

Maskur Husain juga diduga menerima uang dari pihak lain sekitar Rp 200 juta, sedangkan Syahrial dari Oktober 2020 sampai April 2021 juga diduga menerima uang dari pihak lain melalui rekening bank atas nama Riefka Amalia, saudara Syahrial, sebesar Rp 438 juta. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top