Gugatan eks Kader PSI Soal UU Pers Salah Alamat

publicanews - berita politik & hukumCharlie Wijaya (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan uji materi Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Gugatan dilayangkan eks kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Charlie Wijaya yang menilai belied itu memihak wartawan.

Ketua Majelis Hakim Anwar Usman saat membacakan amar putusan mengatakan bahwa pemohon tidak menguraikan mengenai norma UU Pers yang ia sebut tidak konstitusional.

Sebaliknya, majelis hakim menilai Charlie lebih banyak menguraikan soal kerugian yang dialaminya sehingga lebih bersifat perdata. Hakim MK berkesimpulan bahwa uraian pemohon lebih bersifat formil bukan materiil mengenai UU Pers sehingga menolak permohonan tersebut.

"Menyatakan permohonan pemohon tidak dapat diterima," kata Ketua Majelis Hakim Anwar Usman saat membacakan amar putusan, Selasa (4/5).

Gugatan salah alamat itu dilatari kekecewaan Charlie yang merasa UU 40/1999 tidak berpihak kepada orang yang menjadi korban pemberitaan.

PSI Bantah Kadernya Laporkan Komika Bintang Emon

Charlie yang tidak diakui sebagai kader PSI itu mengajukan gugatan ke MK setelah merasa menjadi korban dari pemberitaan media dengan judul, 'Minta maaf usai menuduh seorang komika bernama Bintang Emon menggunakan narkoba'.

Dalam gugatannya, ia menjelaskan telah mengadu ke Dewan Pers dan dipertemukan dengan pihak media bersangkutan. Menurut Charlie media tersebut diputus melanggar Pasal 1 dan 3 Kode Etik Jurnalistik karena menyajikan berita tidak akurat, tidak uji informasi, tidak berimbang, dan memuat opini yang menghakimi.

Charlie mempersoalkan tidak adanya ganti rugi dan hanya permintaan maaf dari media tersebut. Ia beranggapan jika tiaak ada sanksi tersebut maka keasalahan akan berulang. Ia pun merasa nama baik telah dicemarkan.

Charlie Wijaya pernah melaporkan komika Bintang Emon ke Kementerian Komunikasi dan Informatika menyusul narasi Bintang Emon yang mengkritik putusan hakim terhadap pelaku penyerangan penyidik KPK Novel Baswedan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top