Korupsi Bansos Covid-19

Penyuap Juliari Pernah Ajak Karaoke Pejabat Kemensos

publicanews - berita politik & hukumEks PPK Kemensos Matheus Joko Santoso. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tim teknis pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19 Robin Saputra mengakui pernah pergi bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos Matheus Joko Santoso dan supirnya Sanjaya ke tempat karaoke 'Raia' di SCBD, Jakarta Selatan.

Hal tersebut diungkapkan Robin saat memberikan kesaksian dalam sidang dugaan suap pengadaan bansos Covid-19 di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (3/5).

"Seperti yang dijelaskan sebelumnya pak yang untuk karaoke itu, ke Raia (bersama Matheus Joko Santoso dan Sanjaya)," kata Robin.

Mendengar pernyataan Robin tersebut, Jaksa kemudian bertanya kepentingannya berkaraoke di sana.

"Terkait apa? Kapasitas apa? Kegiatan apa?" tanya Jaksa Ikhsan Fernandi.

"Untuk hiburan karena bekerja pak," ujar Robin.

"Karena lelah, bagian dari uang lelah tadi kali. Memang kerja sampai jam berapa?" tanya Jaksa Ikhsan.

"Pagi sampai malam," jawab Robin.

"Salah satu penyedia pernah ikut?" Jaksa Ikhsan mendesak.

Robin pun menjawab salah seorang penyedia paket bansos, yang juga diduga penyuap mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara, Harry Van Sidabukke pernah ikut dalam kegiatan karaoke tersebut.

"Harry," ujarnya.

"Berapa kali?," tanya Jaksa.

"Saya tidak ingat, tapi seingat saya 4 kali," kata Robin.

"Selain Harry?" Jaksa mencecar.

Robin mrngataka hanya Harry.

Dalam dakwaan Jaksa, Robin juga diduga turut menerima uang Rp 200 juta. Uang iakan diserahkan kepada Dia mengklaim, uang itu akan diserahkan ke KPK karena bagian dari gratifikasi.

Dalam persidangan ini, mantan PPK Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono didakwa menjadi perantara suap mantan Mensos Juliari Peter Batubara. KPK menduga Juliari menerima suap Rp 32,48 miliar.

Adapun uang yang diterima Juliari melalui Adi Wahyono dan Matheus berasal dari konsultan Hukum Harry Van Sidabukke, senilai Rp 1,28 miliar. 

Kemudian dari Presiden Direktur PT Tigapilar Agro Utama Ardian Iskandar Maddanatja sejumlah Rp 1,95 miliar, serta Rp 29 miliar berasal dari para pengusaha penyedia barang lainnya.

Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Jo Pasal 18 UU Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.  Serta Pasal 12 huruf (i) UU Pemberantasan Tipikor jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top