KPK Cegah Azis Syamsuddin ke Luar Negeri

publicanews - berita politik & hukumWakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK telah meminta Imigrasi untuk mencegah tiga orang bepergian ke luar negeri. Pencegahan ini untuk mendalami perkara dugaan suap menghentikan penyelidikan KPK di Pemkot Tanjungbalai.

Kasus ini menjerat penyidik KPK Ajun Komisaris Polisi Stepanus Robin Pattuju, Walikota M Syahrial, dan pengacara Maskur Husain.

"Benar, KPK pada tanggal 27 April 2021 telah mengirimkan surat ke Ditjen Imigrasi Kumham untuk melakukan pelarangan ke luar negeri terhadap 3 orang yang terkait dengan perkara ini," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam rilisnya, Jumat (30/4).

Larangan ke luar negeri tersebut berlaku mulai 27 April 2021 hingga 6 bulan ke depan. Langkah pencegahan ini untuk kepentingan percepatan pemeriksaan dan menggali bukti-bukti. "Agar pada saat diperlukan untuk dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan pihak-pihak tersebut tetap berada di wilayah Indonesia," Ali menjelaskan.

Ali tidak menyebut siapa saja ketiga orang yang dicekal tersebut. Mengingat Stepanus, Syahrial, dan Maskur kini ditahan KPK, tentu pencegahan tidak ditujukan pada mereka.

Ketua KPK Firli Bahuri mengonfirmasi salah satu nama adalah Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.

"Terkait dengan permintaan, tentu penyidik melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak yang berwenang. Cekal dilakukan terhadap seseorang untuk menjamin kepentingan penyidikan, KPK tentu memintakan cekal," kata Firli saat dikonfirmasi media, Jumat (30/4).

KPK juga telah menggeledah ruang kerja dan rumah dinas Azis pada Rabu (28/4).

Aziz Syamsuddin disebu-sebut menjadi fasilitator pertemuan Syahrial dengan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju di rumah dinas Wakil Ketua DPR. Baik Azis maupun Syahrial sama-sama politikus Partai Golkar.

KPK menjerat Syahrial dan Stephanus sebagai tersangka dan ditahan atas dugaan telah terjadi suap untuk tidak menghentikan penyidikan KPK.

Stepanus menerima Rp 1,3 miliar dari Rp 1,5 miliar yang dijanjikan Syarial dengan janji tidak akan melanjutkan kasus dugaan korupsi jual beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai.

Azis masih belum menjawab soal keterlibatannya dalam kongkalikong ini. "Bismillah, alfatehah," katanya, singkat, pekan lalu. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top