Jual Beli Jabatan

Setelah Azis Syamsuddin, Giliran Maskur Husain Digeledah KPK

publicanews - berita politik & hukumPengacara Maskur Husain. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Setelah Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin, kemarin gantian tim penyidik KPK menggeledah dua lokasi milik tersangka Maskur Husain. Penggeledahan ini untuk mendalami bukti kasus patgulipat menghentikan penyidikan jual beli jabatan di lingkungan Pemkot Tanjungbalai, Sumatera Utara.

"Kamis (29/4), tim penyidik telah selesai melaksanakan upaya paksa penggeledahan di dua lokasi berbeda di wilayah Pondok Aren, Tangerang Selatan, yaitu rumah dan kantor milik tersangka MH," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam rilisnya, Jumat (30/4) pagi.

Penyidik mengamankan bukti-bukti, diantaranya berbagai dokumen data perbankan dan barang elektronik. "Selanjutnya bukti-bukti ini akan divalidasi serta verifikasi untuk diajukan penyitaan sebagai bagian dalam berkas perkara dimaksud," kata Ali.

Maskur Husain adalah pengacara yang bersama penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan Walikota M Syahrial bertemu di rumah dinas Azis Syamsuddin. Mereka membahas upaya tidak melanjutkan penyelidikan KPK di Pemkot Tanjungbalai. Azis dan Syahrial sama-sama dari Golkar.

Untuk itu disepakati 'uang tutup kasus' sebesar Rp 1,5 miliar. Namun Stepabus baru terima Rp 1,3 miliar karena keburu tercium KPK.

Markus Husain juga diduga menerima uang dari pihak lain sekitar Rp 200 juta, sedangkan Syahrial dari Oktober 2020 sampai April 2021 juga diduga menerima uang dari pihak lain melalui rekening bank atas nama Riefka Amalia, saudara Syahrial, sebesar Rp 438 juta. (han)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Anak Gaul @gakasikah02 Mei 2021 | 04:57:15

    Usut terus pak kpk ☠💀👿

Back to Top