Baru Bebas, eks Bupati Talaud Sri Wahyumi Kembali Ditangkap KPK

publicanews - berita politik & hukumDeputi penindakan KPK Karyoto mengumumkan penetapan kembali eks Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip sebagai tersangka gratifikasi. (Foto: Youtube KPK)
PUBLICANEWS, Jakarta - Baru saja menikmati udara bebas dari Lapas Tangerang, eks Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip kembali ditangkap KPK. Kali ini atas dugaan menerima gratifikasi Rp 9,5 miliar dari kontraktor saat menjabat bupati di Provinsi Sulawesi Utara itu.

Deputi Penindakan KPK Karyoto mengatakan, penyidik telah mengumpulkan berbagai Informasi dan data sehingga telah dipenuhinya bukti permulaan yang cukup.

"Selanjutnya KPK meningkatkan perkara ini ke tahap penyidikan sejak September 2020 dan menetapkan SWM sebagai tersangka," ujar Karyoto dalam konferensi pers di Gedung KPK Jakarta, Kamis (29/4) sore.

Selama proses penyidikan KPK telah memeriksa 100 orang saksi dan menyita berbagai dokumen dan barang elektronik yang terkait dengan perkara.

"Untuk kepentingan penyidikan, KPK melakukan penahanan tersangka SWM selama 20 hari, terhitung sejak 29 April 2021 sampai dengan 18 Mei 2021 di Rutan Cabang KPK pada Gedung Merah Putih," Karyoto menambahkan.

Kasus ini merupakan pengembangan tindak pidana suap dalam lelang revitalisasi Pasar Lirung dan Pasar Beo tahun 2019. Dalam kasus tersebut Sri baru dinyatakan bebas menjalani hukuman 2 tahun di Lapas Wanita Tangerang. Ia mendekam di sana pada 26 Oktober 2020.

Dalam kasus suap, hakim Pengadilan Tipikor menyatakan Sri Wahyumi terbukti menerima suap dari pengusaha Bernard Hanafi Kalalo. Awalnya Sri dihukum 4,5 tahun penjara, tapi kemudian dipangkas Mahkamah Agung (MA) menjadi 2 tahun penjara usai peninjauan kembali dikabulkan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top