KPK Cecar Angin Prayitno Soal Sogokan dari Wajib Pajak

publicanews - berita politik & hukumMantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Angin Prayitno Aji usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (28/4) sore. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK mengkonfirmasi eks Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal Pajak Angin Prayitno Aji soal dugaan ia menerima uang dari sejumlah wajib pajak. Penyidik memeriksa Angin kemarin sebagai saksi kasus dugaan kongkalikong dalam pemeriksaan pajak 2016 dan 2017 di Direktorat Jenderal Pajak.

"Mengkonfirmasi mengenai pengetahuan saksi  soal dugaan adanya penerimaan sejumlah uang saat pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 tersebut," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam rilisnya, Kamis (29/4).

Tim penyidik KPK juga mendalamii tupoksi Angin dalam melakukan pemeriksaan pajak. "Keterangan lengkapnya telah tertuang dalam BAP saksi yang akan dibuka dalam persidangan Tipikor," Ali menambahkan.

KPK belum mengumumkan tersangka maupun konstruksi perkaranya. Namun, kabarnya, sudah ada surat perintah penyidikan (Sprindik) untuk Angin dan eks Kepala Sub Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak Dadan Ramdani.

Penyidik menduga keduanya kongkalikong dengan beberapa konsultan dan kuasa pajak sejumlah perusahaan. Mereka main mata untuk mengurangi kewajiban pajak dengan konsultan pajak PT Gunung Madu Plantations Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi. Gunung Mas merupakan perusahaan penghasil gula yang berlokasi di Lampung.

Kemudian kuasa wajib pajak PT Bank Panin Veronika Lindawati serta konsultan pajak PT Jhonlin Baratama, anak usaha PT Jhonlin Grup yang terafiliasi dengan konglomerat Kalimantan Selatan Andi Syamsuddin Arsyad atau dikenal dengan Haji Isam.

Negara dirugikan puluhan miliar rupiah dalam kasus ini. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top