KPK Panggil 8 Saksi untuk Kasus Korupsi Bansos Bandung Barat

publicanews - berita politik & hukumBupatii nonaktif Bandung Barat Aa Umbara Sutisna. (Foto: humas KPK)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK memanggil delapan saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat Covid-19 pada Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat.

Kedelapan saksi yaitu swasta Abdee Pradana Ugan, ibu rumah tangga Floren Sisca Della dan Endah Kartikasari, pedagang Tugihadi, dan karyawan swasta Leni Dwi Febriyanti.

Plt Jubir KPK Ali Fikri mengatakan keterangan mereka diperlukan untuk berkas penyidikan tersangka Bupati nonaktif Bandung Barat Aa Umbara Sutisna.

"Pemeriksaan dilakukan di Kantor Polres Cimahi, Kota Cimahi, Jawa Barat," kata Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (28/4)

KPK menetapkan Aa Umbara Sutisna bersama anaknya Andri Wibawa dan pemilik PT Jagat Dir Gantara serta CV Sentral Sayuran Garden City Lembang M Totoh Gunawan. Penyidik menduga Aa Umbara menerima suap Rp 1 miliar atas penunjukkan anaknya dan Totoh sebagai vendor.

Penyidik menduga Andri mendapat jatah pengadaan paket bansos Jaring Pengaman Sosial senilai Rp 36 miliar melalui bendera CV Jayakusuma Cipta Mandiri dan CV Satria Jakatamilung. Sedangkan M Totoh mendapat jatah Rp 15,8 miliar untuk pengadaan bansos JPS dan bansos Pembatasan Sosial Berskala Besar (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top