Empat Saksi Diperiksa dalam Kasus Suap Ditjen Pajak

publicanews - berita politik & hukumPelayanan di Kantor Pusat Ditjen Pajak. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Penyidik KPK tengah menggeber penyidikan kasus dugaan suap pajak terhadap pejabat Direktorat Jenderal Pajak. KPK secara resmi belum menetapkan tersangka.

"Hari ini KPK memanggil empat orang saksi," kata Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam rilisnya, Jumat (23/4).

Keempat saksi yakni staf keuangan Koperasi Unit Desa (KUD) Perintis Fika Fatmawati dan swasta Helmi, Dessy Anwar serta Yulmanizar.

Diduga kasus ini melibatkan bekas Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Angin Prayitno Aji dan eks Kepala Sub Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak Dadan Ramdani. Angin Prayitno Aji dan eks Kepala Sub Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak Dadan Ramdani. Penyidik menduga keduanya kongkalikong dengan beberapa konsultan dan kuasa pajak sejumlah perusahaan.

Mereka yang main mata untuk mengurangi kewajiban pajaknya dengan pejabat pajak adalah konsultan PT Gunung Madu Plantations Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi. Gunung Mas merupakan perusahaan penghasil gula yang berlokasi di Lampung.

Kemudian kuasa wajib pajak PT Bank Panin Veronika Lindawati serta konsultan pajak PT Jhonlin Baratama, anak usaha PT Jhonlin Grup yang terafiliasi dengan konglomerat Kalimantan Selatan Andi Syamsuddin Arsyad atau dikenal dengan Haji Isam.

Negara dirugikan puluhan miliar rupiah dalam kasus ini. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top