Suap Pajak

Sakit, Angin Prayitno Minta Dijadwal Ulang Pekan Depan

publicanews - berita politik & hukumBekas Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal Pajak Angin Prayitno Aji. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Bekas Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal Pajak Angin Prayitno Aji tak memenuhi panggilan KPK, kemarin. Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan Angin sakit.

"Saksi tidak hadir karena alasan sakit. Yang bersangkutan konfirmasi secara tertulis untuk dijdwal ulang tanggal 28 April 2021," ujar Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (22/4).

Sedianya penyidik KPK meminta kerangan soal dugaan suap pajak dari sejumlah perusahaan pada 2016-2017. KPK belum mengumumkan konstruksi perkara maupun tersangka, namun kuat dugaan Angin bersama eks Kepala Sub Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak Dadan Ramdani telah tersangka.

Kemarin, penyidik KPK memeriksa Kepala Biro Administrasi Keuangan (Chief Of Finance Officer) PT. Bank Panin Indonesia Marlina Gunawan. Penyidik sekaligus menyita barang bukti.

"Ppada yang bersangkutan dilakukan penyitaan berbagai barang bukti yang ditemukan pada saat tim penyidik melakukan penggeledahan di kantor PT Bank Panin," kata Ali.

KPK menduga Angin dan Dadan Ramdani menerima suap dari beberapa konsultan dan kuasa pajak sejumlah perusahaan. Diantaranya dari konsultan PT Gunung Madu Plantations Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi. Gunung Mas merupakan perusahaan penghasil gula yang berlokasi di Lampung.

Kemudian kuasa wajib pajak PT Bank Panin Veronika Lindawati serta konsultan pajak PT Jhonlin Baratama, anak usaha PT Jhonlin Grup yang terafiliasi dengan konglomerat asal Kalimantan Selatan Andi Syamsuddin Arsyad atau dikenal dengan Haji Isam.

Kasus kongkalingkong penurunan nilai pajak di Ditjen Pajak ini disinyalir nilainya mencapai puluhan miliar rupiah. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top