Korupsi Bansos Covid-19

Dua Penyuap Juliari Dituntut 4 Tahun Penjara

publicanews - berita politik & hukumHarry Van Sidabukke mengikuti sidang virtual kasus korupsi pengadaan bansos. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Jaksa penuntut umum pada KPK menuntut Harry Van Sidabukke empat tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider empat bulan kurungan penjara. Tuntutan tersebut juga berlaku bagi terdakwa Adrian Iskandar Maddanatja.

Jaksa meyakini Harry dan Adrian bersalah menyuap untuk menjadi vendor pengadaan paket bansos Covid-19 se-Jabodetabek di Kemensos.

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi secara berlanjut," kata Jaksa KPK Nur Aziz membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta; Senin (19/4).

Jaksa Nur Aziz menyatakan terdakwa Harry Van Sidabukke, Direktur Utama PT. Hanomangan Sude, melalui PT. Pertani meminta jatah pengadaan paket sembako dengan menyuap Mensos Juliari Peter Batubara. Suap diberikan melalui dua pejabat Pembuat Komitmen (PPK), yakni Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono.

Harry memberi Juliari Rp 1,28 miliar agar perusahaannya mendapatkan kuota sebesar 1.519.256 paket. Sementara, terdakwa Ardian mendapatkan kuota 115 ribu paket. Ia pemilik PT Tigapilar Agro Utama.

Harry dan Ardian didakwa Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top