Korupsi Bansos Bandung Barat, KPK Periksa Maraton 28 Saksi

publicanews - berita politik & hukumBupati nonaktif Bandung Barat Aa Umbara Sutisna ditahan KPK pada Jumat dua pekan lalu. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mendalami kasus dugaan korupsi pengadaan bansos Covid-19 di Pemkab Bandung Barat, penyidik KPK memeriksa 28 saksi. Pemeriksaan maraton ini berlangsung di Mapolres Cimahi, Jawa Barat.

"Hari ini pemeriksaan saksi AUS (Bupati nonaktif Aa Umbara Sutisna) perkara korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana Pandemi Covid 19 pada Dinas Sosial Pemda Kabupaten Bandung Barat Tahun 2020," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Senin (19/4).

Para saksi berasal dari pejabat Pemkab Bandung Barat dan swasta penyedia paket bansos.

KPK menetapkan Aa Umbara Sutisna bersama anaknya Andri Wibawa dan pemilik PT Jagat Dir Gantara serta CV Sentral Sayuran Garden City Lembang M Totoh Gunawan sebagai. Penyidik menduga Aa Umbara menerima suap Rp 1 miliar atas penunjukkan anaknya dan Totoh sebagai vendor.

Andri mendapat jatah pengadaan paket bansos Jaring Pengaman Sosial senilai Rp 36 miliar melalui bendera CV Jayakusuma Cipta Mandiri dan CV Satria Jakatamilung. Sedangkan M Totoh mendapat jatah Rp 15,8 miliar untuk pengadaan bansos JPS dan bansos Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

KPK menjerat Aa Umbara dengan Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 15 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 56 KUHP.

Sedangkan Andri dan Totoh disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 15 UU yang sama jo pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 56 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top