Dua Pejabat Mojokerto Dipanggil Untuk Pencucian Uang eks Bupati

publicanews - berita politik & hukumEks Bupati Mojokerto Mustafa Kamal Pasa. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Penyidik KPK meminta keterangan dua saksi kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) eks Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa.

Keduanya adalah Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Mojokerto dan juga mantan Camat Ngoro 2011-2014 Mokh Riduwan. Kemudian Kabag Administrasi Pembangunan Setda Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin.

"Pemeriksaan dilakukan di kantor Kepolisian Resor Mojokerto, Jalan Bhayangkara No.25 Kota Mojokerto, Jawa Timur," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri, Senin (19/4).

KPK menduga Mustafa mencuci uang korupsi sebesar Rp 34 miliar. Ia menyimpan uang tersebut secara tunai dan sebagian disetorkan ke rekening bank.

Namun, ada juga uang hasil gratifikasi yang disimpan melalui sejumlah perusahaan milik keluarganya Musika Group, antara lain CV. Musika, PT Sirkah Purbantara, dan PT Jisoelman Putra Bangsa dengan modus utang bahan atau beton.

Mustafa juga membeli 30 unit mobil, 2 sepeda motor, 5 unit jetski, dan uang tunai Rp 4,2 miliar. Semua pembelian menggunakan nama pihak lain.

Atas perbuatannya, Mustafa dijerat Pasal 3 dan atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU.

Kasus pencucian uang ini merupakan pengembangan dari dua perkara yang menyeret Mustafa sebagai tersangka.

Mustafa menerima suap dalam pengurusan Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) menara telekomunikasi pada 2015. Adapun gratifikasi ia terima dari rekanan pelaksana proyek-proyek di lingkungan Pemkab Mojokerto, dinas dan SKPD/OPD, Camat, dan Kepala Sekolah SD dan SMA. 

Dalam perkara tersebut, Mustafa telah divonis 8 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top