Suap Terminasi PKP2B

KPK Panggil Dua Direktur PT Borneo Lumbung Energi

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi, kegiatan PT Borneo Lumbung Energi & Metal. (Foto: tambang.co)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur PT. Borneo Lumbung Energi & Metal (BLEM) Nenie Afwani. Penyidik sedianya meminta keterangan dalam kasus dugaan suap terminasi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kasus ini menjerat bosnya Samin Tan sebagai tersangka.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SMT," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam rilisnya, Senin (19/4).

Selain Nenie, dua saksi yang dipanggil yakni Direktur PT BLEM Vera Likin dan karyawan swasta Andreay Hasudungan Aritonang. Nenie dan Andreay pernah dipanggil pada Senin (12/4) pekan lalu, namun keduanya mangkir dari panggilan KPK.

Dalam perkara ini KPK menduga Samin Tan menyuap eks anggota DPR Eni Maulani Saragih Rp 5 miliar untuk membantu pengurusan terminasi PKP2B AKT, anak perusahaaan BLEM.

Eni menyanggupi permintaan Samin Tan dan berupaya mempengaruhi pihak Kementerian ESDM, termasuk menggunakan forum Rapat Dengar Pendapat dengan Kementerian ESDM.

Atas jasanya, politikus Golkar itu meminta uang untuk keperluan suaminya Muhammad Al Khadziq yang saat itu tengah mengikuti pilkada di Temanggung, Jawa Tengah.

Samin Tan disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top