KPK Tengah Usut Dugaan Korupsi dan TPPU Eddy Sindoro

publicanews - berita politik & hukumEks Komisaris Lippo Group Eddy Sindoro. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK tengah mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam perkara pengurusan perkara  di MA 2012-2016.

Plt Jubir KPK Ali Fikri mengatakan, komisi antirasuah menemukan adanya bukti permulaan yang cukup dari fakta-fakta penyidikan maupun persidangan.

"Saat ini KPK telah menaikan status penyidikan tindak pidana korupsi berupa dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan perkara dari ES (Eddy Sindoro) dan kawan-kawan," ujar Ali Fikri dalam rilisnya, Jumat (16/4).

Penyidik, Ali menambahkan, juga telah melakukan penyidikan dugaan penerimaan gratifikasi dan tindak pidana Pencucian Uang (TPPU).

"Penerapan TPPU ini  karena ada dugaan terjadi perubahan bentuk dan penyamaran dari dugaan hasil tindak pidana korupsi kepada pembelian aset-aset bernilai ekonomis seperti properti maupun aset lainnya," Ali menjelaskan.

Apabila kegiatan penyidikan telah cukup, KPK akan menginformasik pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. "Kami memastikan setiap perkembangan mengenai kegiatan penyidikan perkara ini akan selalu sampaikan kepada masyarakat," kata Ali.

Eddy Sindoro merupakan mantan Presiden Komisaris Lippo Group. Ia divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan karena terbukti menyuap panitera PN Jakarta Pusat Edy Nasution sebesar Rp 150 juta dan 50 ribu dolar AS.

Suap itu diberikan agar Edy Nasution menunda proses pelaksanaan aanmaning terhadap PT Metropolitan Tirta Perdana dan menerima pendaftaran peninjauan kembali PT Across Asia Limited meskipun telah lewat batas waktu yang ditentukan Undang-undang.

Aanmaning merupakan peringatan berupa pemanggilan pada pihak tereksekusi untuk melaksanakan perkara persidangan serta hasil keputusannya secara sukarela. Sementara untuk pengurusan pengajuan peninjauan kembali yang sudah kedaluwarsa itu, Edy Nasution meminta Rp 500 juta. (han)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Anak Gaul @gakasikah20 April 2021 | 07:13:02

    Usut terus sampai mampus..... tuntas tas tas

Back to Top