Suap Terminasi PKP2B

Anak Buah Samin Tan Dipanggil KPK

publicanews - berita politik & hukumLogo KPK (Foto: KPK)
PUBLICANEWS, Jakarta - Dua saksi dijadwalkan KPK untuk diperiksa dalam kasus dugaan korupsi pengurusan terminasi kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) di Kementerian ESDM. AKT adalah anak perusahaan PT Borneo Lumbung Energi dan Metal (BLEM).

Keterangan kedua saksi ini untuk berkas penyidikan tersangka pemilik BLEM Samin Tan. Keduanya adalah swasta Udin Matio dan staf PT AKT atau BLEM Fitrawan Tjandra alias Oscar.

"Dua orang dipanggil sebagai saksi untuk tersangka SMT," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam rilisnya, Jumat (16/4).

Dalam perkara ini KPK menduga Samin Tan, mantan mitra usaha Grup Bakrie, menyuap Eni Saragih Rp 5 miliar untuk membantu pengurusan terminasi PKP2B PT AKT.

Eni menyanggupi permintaan Samin Tan dan berupaya mempengaruhi pihak Kementerian ESDM, termasuk menggunakan forum Rapat Dengar Pendapat dengan Kementerian ESDM.

Atas jasanya, politikus Golkar itu meminta uang untuk keperluan suaminya Muhammad Al Khadziq yang saat itu tengah mengikuti pilkada di Temanggung, Jawa Tengah.

Samin Tan disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP. (hsn)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top