Suap Ekspor Lobster

Edhy Prabowo Siap Buktikan Tidak Bersalah

publicanews - berita politik & hukumEks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Terdakwa kasus suap izin ekspor benih lobster atau benur Edhy Prabowo menyatakan tidak bersalah. Ia menegaskan tidak melalukan perbuatan sebagaimana dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK.

"Saya dari awal ketika masuk sini saya tidak bersalah, cuma saya bertanggung jawab atas yang terjadi Kementerian saya. Saya tidak akan lari dari tanggung jawab saya," ujar Edhy seusai sidang virtual, Kamis (15/4).

Politikus Partai Gerindra itu mengaku siap membuktikan diri tak bersalah. "Sudah dibacakah, sudah didakwakan, sudah saya dengar, tinggal mohon doanya. Saya tinggal menghadapinya di persidangan nanti. Saya berharap di pembuktianlah semua akan diambil keputusan yang terbaik," ia menambahkan.

Jaksa mendakwa eks Menteri Kelautan dan Perikanan itu menerima suap total senilai Rp 25,7 miliar dari para eksportir benur. Suap tersebut untuk mempercepat proses persetujuan pemberian izin budidaya lobster dan ekspor benih bening lobster.

Edhy Prabowo Menyesal, Siap Mundur dari Gerindra dan Menteri

Baik Edhy maupun tim kuasa hukumnya sepakat tidak mengajukan nota pembelaan atau pledoi.

Edhy juga pernah menyampaikan tidak bersalah ini pada hari pertama ia diperiksa dan kemudian ditahan pasca OTT pada 26 November 2020. Pada hari itu juga ia menyatakan mundur dari seluruh jabatan publik, yakni sebagai Menteri KP maupun Wakil Ketua Umum Partai Gerindra.

"Saya bertanggung jawab penuh dan saya akan hadapi dengan jiwa besar," ujarnya. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top