KPK Geledah Kantor Penyuap Gubernur Nurdin Abdullah

publicanews - berita politik & hukumDirektur PT Agung Perdana Bulukumba Agung Sucipto, tersangka penyuap Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Setelah menggeledah rumah bos PT Purnama Karya Nugraha (PKN) Asdar Rahman kemarin, hari ini penyidik KPK menggeratak kantor Direktur PT Agung Perdana Bulukumba Agung Sucipto. Agung adalah tersangka dugaan menyuap Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dalam proyek pembangunan infrastruktur.

"Rabu (14/4), tim penyidik KPK melanjutkan penggeledahan di wilayah Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulsel, yaitu kantor milik tersangka AS di Kecamatan Ujungbulu, Kabupaten Bulukumba," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam rilisnya, Rabu (14/4).

Ali mengatakan saat ini penggeledahan masih berlangsung dan perkembangan selanjutnya akan diinformasikan kembali.

Dalam perkara ini KPK telah menetapkan Nurdin Abdullah, Agung Sucipto, dan Sekretaris Dinas PUPR Edy Rahmat sebagai tersangka. KPK menduga Nurdin menerima total Rp 5,4 miliar dengan rincian pada 26 Februari 2021 sebesar Rp 2 miliar dari Agung Sucipto, yang diserahkan melalui Edi.

Selain itu, politikus PDIP itu juga diduga menerima uang dari kontraktor lain, di antaranya pada akhir 2020 sebesar Rp 200 juta dan pertengahan Februari 202 melalui ajudannya Samsul Bahri sejumlah Rp 1 miliar. Kemudian awal Februari 2021, Nurdin melalui Samsul Bahri menerima Rp 2,2 miliar.

Nurdin dan Edy disangkakan melanggar pasal 12 huruf a dan pasal 12 huruf b, atau pasal 11 dan pasal 12 B besar Undang-undang Nomor 31 1999 tentang Pemberantasan Tipikor.

Adapun Agung disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU yang sama jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top