Suap Ekspor Lobster

Calon Besan Ketua MPR Dituntut 3 Tahun Penjara

publicanews - berita politik & hukumDirektur PT Dua Putra Perkasa Pratama Suharjito. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito dituntut 3 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Jaksa KPK menyatakan Suharjito terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut kepada pejabat negara, dalam hal ini Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi secara berlanjut," ujar jaksa, seperti dikutip dari surat tuntutan, Rabu (7/4).

Calon besan Ketua MPR Bambang Soesatyo itu didakwa menyuap Edhy Prabowo sebesar 103 ribu ribu dolar dan Rp 706 juta. Suap dilakukan melalui Staf Khusus Menteri KP Safri dan Andreau Pribadi Misanta, sekretaris pribadi Amiril Mukminin, staf pribadi istri menteri Ainul Faqih, dan Komisaris PT. Perishable Logistics Indonesia (PLI) sekaligus Pendiri PT. Aero Citra Kargo (ACK) Siswandi Pranoto Loe.

Jaksa menyebut, suap melalui lima orang itu dengan tujuan agar Edhy Prabowo mempercepat persetujuan perizinan ekspor benih lobster atau benur di KKP tahun anggaran 2020. Menurut Jaksa, uang tersebut untuk kepentingan Edhy Prabowo dan istrinya Iis Rosita Dewi.

Atas perbuatannya, ia didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top