Suap Ekspor Lobster

Hadapi Sidang Tuntutan, Penyuap Edhy Prabowo Siap Buka-bukaan

publicanews - berita politik & hukumSuharjito (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito akan menghadapi tuntutan jaksa KPK dalam perkara suap izin ekspor benih bening lobster atau benur di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Tuntutan akan dibacakan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (7/4).

"Iya benar (sidang tuntutan Suharjito)," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Rabu (7/4).

Penyuap eks Menteri KP Edhy Prabowo itu mengajukan diri sebagai justice collaboratore (JC) atau saksi pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum. Majelis Hakim Pengadilan Tipikor menyatakan akan mempelajari permintaan Suharjito itu.

Suharjito mengajukan JC lantaran merasa bukan sendirian sebagai eksportir yang menyuap demi mendapat izin ekspor benur di KKP. Hakim pun meminta KPK mengusutnya.

"Memang banyak, 65 perusahaan, bisa saja punya potensi seperti Pak Suharjito. Persoalannya kenapa satu? Tapi bukan kewenangan majelis menjawab, tapi ada pada penyidik," kata hakim ketua Albertus Usada, 24 Maret, di Pengadilan Tipikor.

Hakim berkeyakinan banyak eksportir yang bermain dalam kasus ini. Namun hakim merasa heran hanya Suharjito yang dijerat sebagai pemberi suap.

"Nah persoalannya, ini dari sekian yang diberi izin ekspor maupun izin budidaya, ada sekian perseroan atau perusahaan, tetapi yang dihadirkan di persidangan hanya satu. Itu kan juga menjadi pertanyaan dan catatan majelis dalam hubungannya dengan permohonan saudara. Apakah kemudian urgensi dan relevansi pengajuan JC itu akan sedang kami pelajari," ujar Hakim Albertus.

Menanggapi ini, kuasa hukum Suharjito, Aldwin Rahadian, mengaku sudah sejak awal kliennya ingin mengajukan diri sebagai JC. Aldwin menyatakan kliennya siap buka-bukaan di persidangan.

"Soal permohonan JC tentu dari awal proses penyidikan kita sudah sampaikan ke penyidik sebelum pelimpahan ke JPU. Bukan apa-apa, itu karena itikad baik dan kooperatif saja, apa pun akan siap menjawab dengan sejujur-jujurnya," kata Aldwin.

Dalam dakwaan penuntut umum pada KPK mengatakan Suharjito menyuap Edhy sebesar 103 ribu dolar AS dan Rp 706 juta. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top