Protokol Kesehatan

Eksepsi Rizieq Syihab Ditolak, Sidang Lanjut Pemeriksaan Saksi

publicanews - berita politik & hukumRizieq Syihab dalam sidang di PN Jakarta Timur. (Foto: YouTube)
PUBLICANEWS, Jakarta - Majelis hakim memutuskan menolak nota keberatan atau eksepsiĀ Habib Rizieq Syihab. Hakim mengatakan pertimbangan terdakwa dan penasihat hukum tidak beralasan hukum.

"Karena itu keberatan atau eksepsi terdakwa dan penasihat hukum terdakwa dinyatakan tidak dapat diterima," ujar ketua majelis hakim Suparman Nyompa saat membacakan putusan sela di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (6/4).

Hakim Suparman kemudian menetapkan untuk melanjutkan persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi oleh Jaksa Penuntut Umum atau JPU. Majelis hakim menilai surat dakwaan yang disusun oleh jaksa penuntut umum telah sesuai dengan ketentuan Pasal 143 Ayat (2) KUHAP.

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) yang telah dilarang itu didakwa dalam perkaran penghasutan hingga pelanggaran protokol kesehatan dalam kerumunan baik di Petamburan ataupun di Megamendung. Rizieq juga diperkarakan saat kabur dari RS Ummi Bogor karena menghalangi petugas.

Jaksa mendakwa Rizieq dalam lima pasal alternatif dengan ancaman hukuman bisa sampai 10 tahun. Adapun pasal yang dikenakan yakni Pasal 160 KUHP jo Pasal 99 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Pasal 216 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dan atau ketiga Pasal 93 UU nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kemudian asal 14 ayat (1) UU nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan atau Pasal 82A ayat (1) jo 59 ayat (3) huruf c dan d UU Nomor 16 Tahun 2017 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan atas UU Nomor 17 Tahun 2013 tenang Organisasi Kemasyarakatan menjadi UU jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 10 huruf b KUHP jo Pasal 35 ayat (1) KUHP. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top