Saksi Sebut Harry Van Sidabukke Punya 'Kesaktian' dalam Proyek Bansos

publicanews - berita politik & hukumPengusaha Harry Van Sidabukke menemui PPK Kemensos Matheus Joko Santoso, dalam reka adegan oleh KPK pada 1 Februari 2020. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Direktur PT Hamonangan Sude Rajif Bachtiar Amin mengungkapkan soal 'kesaktian' terdakwa Harry Van Sidabukke dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos Matheus Joko Santoso dalam pengadaan bansos Covid-19. Anak buahnya sempat mengeluh kesulitan untuk mendapat tanda tangan Matheus, namun semua beres setelah Harry Sidabukke yang memintakannya.

Rajif menyampaikan hal itu saat menjadi saksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (5/4), dengan terdakwa Harry Sidabukke.

"Pernah tidak stafnya saksi bernama Siska mengeluh tidak pernah mendapat tanda tangan Pak Joko, kecuali Harry yang meminta?" tanya Harry.

Rajif menjawab bahwa tanda tangan surat penunjukan penyedia barang dan jasa (SPPBJ) itu sulit didapatkan. Tetapi jika Harry Van yang meminta tanda tangan ke Matheus Joko Santoso tidak sulit.

"Pernah, saya lupa pastinya. Kayaknya lebih dari satu kali," ujar Rajif.

Harry kemudian mengonfirmasi ulang soal tanda tangan surat pengadaan bansos di Kemensos sangat mudah didapatkan jika Harry yang memintanya langsung ke Matheus Joko Santoso.

"Jadi betul harus saya ya yang mintakan?" Harry kembali menegaskan hal itu pada Rajif.

"Iya betul," jawab Rajif.

Direktur Utama PT Tigapilar Argo Utama Ardian Iskandar Maddanatja dan konsultan hukum Harry Van Sidabukke didakwa menyuap mantan Menteri Juliari Peter Batubara total Rp 3,2 miliar. Suap tersebut diduga untuk memuluskan penunjukan perusahaannya sebagai salah satu penyedia paket bansos wilayah Jabodetabek 2020.

Harry diduga memberikan suap Rp 1,28 miliar kepada Juliari, sedangkan Ardian Rp 1,95 miliar. Suap dilakukan secara bertahap antara Oktober-Desember 2020 melalui PPK Matheus dan Adi Wahyono.

Harry mendapatkan jatah pengadaan 1.519.256 paket sembako melalui PT Pertani (Persero) dan PT Mandala Hamonangan Sude. Sedangkan Ardian melalui PT Tigapilar Agro Utama mendapat 115 ribu paket untuk tahap 9, 10 dan 12.

Jaksa mendakwa Harry dan Ardian dengan Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top