Eks Bupati Bulukumba Dipanggil Untuk Kasus Gubernur Sulsel

publicanews - berita politik & hukumEks Bupati Bulukumba A.M Sukri. (Foto: Beritamakassar)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Bupati Bulukumba AM Sukri A Sappewali dipanggil KPK dalam penyidikan kasus dugaan suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulsel 2020-2021. Keterangan Sukri diperlukan untuk tersangka Gubernur nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah dan kawan-kawan.

"Hari ini, pemeriksaan saksi NA dan kawan-kawan, tindak pidana korupsi suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (1/4).

Saksi lain yang turut dipanggil yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulsel Rudy Djamaluddin, Plt Sekretaris Dewan DPRD Bulukumba Andi Buyung Saputra, swaata Abdul Rahman, dan ajudan Gubenur Sulsel Syamsul Bahri. Pemeriksaan dilakukan di Mapolda Sulsel, kota Makassar.

KPK menduga Nurdin Abdullah menerima total Rp 5,4 miliar dengan rincian pada 26 Februari 2021 sebesar Rp 2 miliar dari Agung Sucipto, yang diserahkan melalui Edy Rahmat.

Selain itu, politikus PDIP itu juga diduga menerima uang dari kontraktor lain, di antaranya pada akhir 2020 sebesar Rp 200 juta dan pertengahan Februari 202 melalui ajudannya Samsul Bahri sejumlah Rp 1 miliar. Kemudian awal Februari 2021, Nurdin melalui Samsul Bahri menerima Rp 2,2 miliar.

Nurdin dan Edy disangkakan melanggar pasal 12 huruf a dan pasal 12 huruf b, atau pasal 11 dan pasal 12 B besar Undang-undang Nomor 31 1999 tentang Pemberantatsan Tipikor.

Adapun Agung disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU yang sama jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top