Korupsi Bansos Covid-19

Agustri Yogasmara Bantah Dapat Jatah 400 Ribu Paket Bansos

publicanews - berita politik & hukumAgustri Yogasmara menerima sepeda brompton dari Harry Van Sidabukke dalam rekonstruksi KPK pada 1 Februari 2021. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Agustri Yogasmara membantah mendapatkan jatah 400 ribu paket bansos Covid-19 dari Kemensos.

Dalam dakwaan Jaksa terhadap pengusaha Harry Van Sidabukke, nama Yogas disebut pada tahap 7 penyaluran bansos atau pada Juli 2020. Jatah tersebut didapat dalam pertemuan di ruang kerja Menteri Sosial (saat itu) Juliari Peter Batubara.

Dari pembagian kuota sebesar 1,9 juta paket, Yogas atau grup Agustri Yogasmara mendapat 400 ribu paket bansos. Selebihnya digarap oleh Harry melalui PT Pertani dan PT Mandala Hamonangan Sude.

Jaksa KPK pun mengonfirmasi ulang hal ini pada Yogas. "Pernah mendengar ada bagian, saya sebutkan dalam dakwaan, saudara membagi 400 ribu paket setiap tahapnya?" tanya Jaksa.

"Tidak pak, saya justru tidak tahu 400 ribu darimana asalnya," ujar Yogas, yang disebut-sebut operator atau orang kepercataa anggota DPR Ihsan Yunus, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (31/3).

Jaksa kembali menegaskan pada Yogas, "Tidak tahu? "LKalau nama Yogas ini sudah jadi nama di atas langitlah untuk kemudian bagi-bagi" ujar Jaksa.

"Enggak pak, tidak benar," jawab Yogas.

Jaksa Penuntut KPK mendakwa pengusaha sekaligus konsultan hukum Harry Van Sidabukke menyuap Juliari Batubara sebesar Rp 1,28 miliar. Suap diberikan lantaran Harry mendapatkan kuota 1.519.256 paket sembako dalam proyek bansos Covid-19 melalui PT Pertani dan PT Mandala Hamonangan Sude. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top