Juliari Sewa Pesawat Pribadi dari Duit Suap Bansos

publicanews - berita politik & hukumRekonstruksi penerimaan suap bansos Covid-19 di ruang kerja Mensos Juliari Batubara pada 1 Februari lalu. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Jaksa pada KPK terus mendalami aliran uang suap dari Harry Van Sidabukke untuk pejabat Kemensos dalam kasus korupsi bantuan sosial Covid-19.

Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin, Jaksa mencecar soal uang sewa pesawat pribadi yang digunakan eks Mensos Juliari. Konon, uang pembayar sewa dari setoran vendor pengadaan paket bansos.

Sanjaya, sopir tersangka eks pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemensos Matheus Joko Santoso, mengatakan sempat mentransfer Rp 40 juta kepada ajudan Juliari, Eko Budi Santoso.

"Bapak (Joko) pernah nyuruh saya transfer dari rekening bapak sendiri, buat ke rekening ajudan menteri. Bapak sendiri yang menyuruh saya," kata Sanjaya.

Jaksa kemudian menanyakan adakah uang lainnya dari Matheus untuk Juliari.

"Saya pernah dengar dan mengantarkan bapak pagi-pagi itu ke Bandara Halim Perdanakusuma. Bapak cerita bahwa uang Rp 2 niliar dan ketemu pak Adi," jawab Sanjaya.

Adi yang dimaksud adalah PPK Kemensos Adi Wahyono.

"Bawa uang untuk pak Adi di Bandara Halim? Duit untuk apa katanya?" tanya Jaksa.

"Kalo uang untuk apa saya kurang tahu, Pak. Kalo kata pak Joko cerita sih buat sewa pesawat. Dollar sepertinya pak," Sanjaya menjelaskan.

Namun Sanjaya mengaku tidak melihat langsung penyerahan uang tersebut dari tersangka Matheus ke Adi.

"Apakah pada saat itu ada perjalanan pak menteri? Ada carter pesawat yang dipakai Kemensos?" Jaksa mendesak.

Sanjaya mengaku tidak tahu, saat itu ia hanya mengantarkan Matheus. Begitu pun soal siapa yang memerintahkan Matheus mengantarkan uang tersebut ke Bandara Halim.

"Saya kurang tahu Pak, saya cuma antar pak Joko aja," ujar Sanjaya.

"Apakah saudara tau pada saat itu ada carter pesawat jet pribadi ke Semarang, Kendal?" tanya Jaksa lagi.

"Kalau carter pesawatnya sih saya enggak tau Pak," jawabnya.

Dalam sidang sebelumnya, Juliari mengaku pernah menggunakan pesawat pribadi dalam kunjungan kerja. Namun ia tidak tahu asal usual uang yang dipakai Adi untuk membayar sewa pesawat.

Menurut Juliari, menteri-menteri sebelumnya juga pernah menyewa pesawat. "Menterinya saya enggak ingat. Ya itu tadi persisnya saya nggak ingat, tapi pernah," ujar Juliari.

Pengusaha Harry van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja diduga menyuap Juliari agar perusahaan mereka mendapatkan jatah penyaluran bansos Covid-19 se-Jabodetabek tahun 2020.

Dalam dakwaan, jaksa menyebut uang suap Harry kepada Juliari mencapai sebesar Rp 1,28 miliar. Sedangkan, terdakwa Ardian memberikan uang Rp 1,95 miliar. 

PT Mandala Hamonangan Sude milik Harry mendapatkan jatah 1.519.256 paket melalui PT Pertani. Sementara terdakwa Ardian mendapatkan kuota 115 ribu paket. Ia pemilik PT Tigapilar Agro Utama. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top