Diperiksa KPK, Dirut Nonaktif PD Sarana Jaya Pasrah

publicanews - berita politik & hukumYoory C. Pinontoan (Foto: Beritajakarta)
PUBLICANEWS, Jakarta - Dirut nonaktif PD Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan mengaku pasrah seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta. Ia dimintai keterangan dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Jakarta Timur.

"Saya berserah kepada Tuhan Yesus apapun yang terjadi ke depannya, itu yang terbaik buat saya dan keluarga saya," ujar Yoory, Kamis (25/3) siang.

Saat dikonfirmasi kabar yang menyebutnya salah satu tersangka dalam kasus ini, Yoory enggan memberikan memberikan jawaban.

"Saya enggak bisa konfirmasi," katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sudah ada surat perintah penyidikan (Sprindik) atas nama empat orang, yakni Yoory Corneles Pinontoan, Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene, dan Direktur PT Adonara Propertindo Tommy Adrian. Kemudian PT Adonara Propertindo sebagai korporasi tersangka.

KPK telah menggeledah rumah Yoory dan kantor PSJ di kawasan Cibubur, Jaktim, pada Rabu (3/3) pekan lalu.

Dari 9 objek pembelian tanah yang diduga digelembungkan, salah satunya pembelian tanah seluas 41.921 m2 di kawasan Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Nilai kerugian negara akibat dugaan kasus dugaan korupsi ini ditaksir milyaran rupiah.

Meski demikian pihak KPK masih menutup rapat detail kasus dan tersangkanya. Penyidikan masih terus dilakukan.

"Pada waktunya nanti akan kami sampaikan kontruksi perkara secara lengkap dan upaya paksa penahanan terhadap para tersangka telah dilakukan," Ali Fikri beberapa waktu lalu. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top