Penyuap Edhy Prabowo Ungkap Ada 65 Eksportir Benur

publicanews - berita politik & hukumPemilik PT Duta Putra Perkasa Pratama Suharjito, tersangka enyuap Edhy Prabowo, Suharjito. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pengusaha penyuap mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Suharjito, menyebut ada 65 eksportir pada gelombang ke empat yang mendapat izin Kementerian Kelautan dan Perikanan. PT Duta Putra Perkasa Pratama (DPPP) miliknya ikut gelombang empat tersebut.

"Gelombang empat, omor urut 35. Kan masih ada sampai 65 kan nomor urutnya," ujar Suharjito di Gedung KPK Jakarta, Rabu (24/3).

Calon besan Ketua MPR Bambang Soesatyo itu mengaku hanya meminta izin ekspor benur ke KKP. Ia mengaku tidak tahu jika uang komitmen yang diminta Edhy Prabowo masuk kategori rasuah.

Untuk itu, Suharjito meminta KPK turut menindak eksportir lainnya yang juga mendapat izin ekspor.

"Bukan apa-apa, kalau aku enggak diminta commitment fee enggak mungkin aku begini. Ya kira-kira masa aku yang salah sendiri? Gitu saja logikanya kan," Suharjito menjelaskan.

Kemarin, Suharjito juga mengatakan Edhy, politikus Gerindra, mewajibkan para eksportir menyetorkan uang ke bank garansi agar mendapatkan izin ekspor di KKP.

"Kalau bank garansi semua eksportir yang sudah menjalankan ya pasti bayar. Itu keharusan, mungkin memang untuk Pak Edhy Prabowo atau bagaimana," ujar Suharjito.

Jumlah uang yang disetorkan para eksportir di bank garansi tersebut sesuai dengan jenis dan jumlah benur yang ingin diekspor. Untuk benur pasir Rp 1.000, jenis mutiara Rp 1.500 per-ekor.

KPK menduga Edhy Prabowo menerima sejumlah uang dari eksportir, salah satunya dari Suharjito. Dalam dakwaan, Jaksa menyatakan Suharjito memberi uang total Rp 2,146 miliar yang terdiri dari 103 ribu dolar AS atau setara Rp 1,44 miliar dan Rp 706.055.440 kepada Edhy lantaran DPP telah 10 kali mengirim benih lobster dengan menggunakan jasa PT ACK.

Selain Edhy, KPK turut menetapkan tersangka kepada Andreau Misanta Pribadi, Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Safri, dan sekretaris pribadi Amiril Mukminin. Kemudian pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK) Siswadhi, dan staf istri menteri Ainul Faqih. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top