Pejabat KKP Habrin Yake Dipanggil Untuk Kasus Edhy Prabowo

publicanews - berita politik & hukumEks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kepala Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) Jakarta I KKP Habrin Yake dan Kepala Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Rina dimintai keterangan KPK hari ini. Keduanya menjadi saksi dalam kasus dugaan korupsi perizinan eksporbenur di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka EP (eks Menteri KP Edhy Prabowo)," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (22/3).

Habrin Yanke pernah dihadirkan KPK saat penyitaan uang Rp 52,3 miliar dari bank garansi KKP di BNI Cabang Gambir.

KPK menduga Edhy Prabowo memerintahkan Sekjen KKP Antam Novambar agar membuat surat perintah tertulis untuk menarik jaminan bank (bank garansi) dari para eksportir kepada Kepala BKIPM. Kepala BKIPM kemudian memerintahkan Kepala Kantor Balai Karantina Besar Jakarta I Soekarno Hatta untuk menerima bank garansi tersebut. Padahal, menurut Ali, aturan penyerahan jaminan bank tersebut tak pernah ada.

"Aturan penyerahan jaminan bank dari para eksportir sebagai bentuk komitmen dari pelaksanaan ekspor benih bening lobster tersebut diduga tidak pernah ada," kata Ali, 15 Maret lalu.

KPK menduga Edhy menerima sejumlah uang dari eksportir, salah satunya pemilik PT Dua Putra Perkasa (DPP) Suharjito. Dalam dakwaan, Jaksa menyatakan Suharjito memberi uang total Rp 2,146 miliar yang terdiri dari 103 ribu dolar AS atau setara Rp1,44 miliar dan Rp 706.055.440 kepada Edhy lantaran DPP telah 10 kali mengirim benih lobster dengan menggunakan jasa PT ACK.

Selain Edhy, KPK turut menetapkan tersangka kepada Andreau Misanta Pribadi, Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Safri, dan sekretaris pribadi Amiril Mukminin. Kemudian pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK) Siswadhi, dan staf istri menteri Ainul Faqih. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top