Penahanan Nurdin Abdullah dkk Diperpanjang 40 Hari

publicanews - berita politik & hukumGubernur nonaktif Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah. (Foto: Instagram/Nurdinabdullah)
PUBLICANEWS, Jakarta - Penahanan tersangka kasus suap dan gratifikasi proyek infrastruktur Gubernur nonaktif Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah diperpanjang selama 40 hari. Nurdin bersama dua orang lainnya adalah tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi proyek infratruktur di Pemprov Sulsel.

Kedua tersangka lainnya adalah kontraktor Agung Sucipto dan Sekretaris Dinas PU Edy Rahmat.

"Terhitung sejak tanggal 19 Maret 2021 sampai dengan 27 April 2021," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam rilisnya, Rabu (17/3) malam.

Nurdin saat ini ditahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur, Edy Rahmat di Rutan KPK Kavling C1, dan Agung Sucipto ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih.

"Perpanjangan ini diperlukan oleh Tim Penyidik KPK untuk melakukan pengumpulan alat bukti guna melengkapi berkas perkara dimaksud," Ali menjelaskan.

KPK menduga Nurdin Abdullah menerima total Rp 5,4 miliar dengan rincian pada 26 Februari 2021 sebesar Rp 2 miliar dari Agung Sucipto, yang diserahkan melalui Edy Rahmat. Selain itu, politikus PDIP itu juga diduga menerima uang dari kontraktor lain, di antaranya pada akhir 2020 sebesar Rp 200 juta dan pertengahan Februari 202 melalui ajudannya Samsul Bahri sejumlah Rp 1 miliar. Kemudian awal Februari 2021, Nurdin melalui Samsul Bahri menerima Rp 2,2 miliar.

Nurdin dan Edy disangkakan melanggar pasal 12 huruf a dan pasal 12 huruf b, atau pasal 11 dan pasal 12 B besar Undang-undang Nomor 31 1999 tentang Pemberantatsan Tipikor.

Adapun Agung disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU yang sama jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top